Inilah petikan wawancara dengan narasumber imajiner Kocek, di Corner Coffee bilangan Karang Baru. Sebagai bahan masukan dari masyarakat Aceh Tamiang secara logika tanpa kajian teknis.
Lama redaksi menunggu kedatangan Kocek, hampir 1,5 jam, kopi pancung sudah diseruput dua gelas, namun Kocek belum juga nongol batang hidungnya.
Rekayasa Jalan
Kocek, adalah seorang tukang beca yang mengantongi ijazah Sarjana Teknik Sipil, karena sulitnya mendapatkan pekerjaan, akhirnya, Kocek menggantung ijazahnya lari sebagai penarik beca motor (Betor).
Pun begitu, Kocek sangat perduli dengan sarana dan prasana perkotaan Kota Kualasimpang hari ini, sebab sejak dilakukan rekayasa jalan kota Kualasimpang oleh Bupati Kabupaten Aceh Tamiang. H. Mursil, SH, MKn semakin menambah kesemrawutan berlalu lintas. Bahkan pemandangan kemacetan hampir setiap hari dijumpai.
Antara, kelokan Simpang Kelana dan di Jembatan. Sebab, arah dari kota Medan menuju Banda Aceh [sudah dibuka] yang dulunya harus berputar dari simpang kelana, sudah berubah menjadi dua arah.
Dibukanya arah jalan dari kota menuju jembatan, mempertemukan bus atau truk yang masih menggunakan jalur lama simpang kelana. Kedua arah bertemu dikelokan patah itu, kerap sekali terjadi kemacetan.




