Rahmatsah Desak Pemerintah Serius Tangani Nelayan yang Ditahan di Thailand

Jumat, 25 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rahmatsah.

Rahmatsah.

ACEH TIMUR | MA  — Pemerintah Indonesia didesak untuk lebih serius dan responsif dalam menangani proses hukum terhadap para nelayan Indonesia yang ditangkap oleh otoritas Thailand. Desakan ini muncul dari sejumlah pemilik kapal dan keluarga nelayan di Aceh Timur yang merasa khawatir atas nasib nelayan mereka yang kini terjerat kasus hukum di luar negeri.

BACA JUGA...  AMAN: Mahasiswa Harus Jadi Penyeimbang dan Motor Perubahan Bangsa

Penangkapan nelayan Indonesia oleh aparat keamanan laut Thailand bukanlah hal baru. Dalam banyak kasus, penangkapan terjadi karena dugaan pelanggaran batas wilayah perairan atau praktik penangkapan ikan ilegal (Illegal, Unreported, and Unregulated/IUU Fishing). Namun, proses hukum yang dijalani para nelayan di luar negeri sering kali dinilai lambat, tidak transparan, dan menyulitkan pihak keluarga di Tanah Air.

BACA JUGA...  Kementerian PUPR Rampungkan Pembangunan 100 Unit PSU di Kota Langsa Provinsi Aceh Pada Tahun 2022

Rahmatsah, pemilik Kapal Motor (KM) New Raver yang salah satu krunya ditangkap di Thailand pada 19 Mei 2025, menyampaikan keprihatinan mendalam. Ia meminta Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), untuk bertindak cepat dalam memperjuangkan hak-hak nelayan yang ditahan.

“Penundaan proses hukum yang berlarut-larut tidak hanya memperparah penderitaan nelayan yang ditahan, tetapi juga menghancurkan ekonomi keluarga yang menggantungkan hidup pada mereka,” ujar Rahmatsah.

BACA JUGA...  DPR Aceh Minta Pemerintah Serius Tangani Permasalahan TPPO

Berita Terkait

Nelayan Meukek Ditemukan Meninggal
Isu Begal Pengaruhi Mobilitas Warga  di Aceh Selatan 
Hujan Lebat, Aceh Selatan Diterjang Banjir dan Longsor
Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara
Apache Dihentikan Pada Acara Penutupan Milad 800, Ayah Wa: Kita Hormati Syariat
APEL Adu Dugaan Maladministrasi ke Ombudsman
Kapolres Sabang Pimpin Pencarian WN Malaysia Hilang Menyelam
Buaya Muncul, Warga Resah

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:41 WIB

Nelayan Meukek Ditemukan Meninggal

Kamis, 17 September 2026 - 12:04 WIB

Isu Begal Pengaruhi Mobilitas Warga  di Aceh Selatan 

Rabu, 16 September 2026 - 19:33 WIB

Hujan Lebat, Aceh Selatan Diterjang Banjir dan Longsor

Rabu, 16 September 2026 - 17:19 WIB

Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara

Rabu, 16 September 2026 - 07:37 WIB

Apache Dihentikan Pada Acara Penutupan Milad 800, Ayah Wa: Kita Hormati Syariat

Berita Terbaru

HUKOM

KPK Usut Korupsi BPN

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:50 WIB

Tim Gabungan mengevakuasi jenazah korban ke dalam mobil untuk diserahkan kepada pihak keluarga korban.(Foto/mediaaceh.co.id/(istimewa).

PERISTIWA

Nelayan Meukek Ditemukan Meninggal

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:41 WIB

Pertemuan dan Silahturahmi Direksi PT BAS dengan Kapolda Aceh.

RAGAM BERITA

Direksi Bank Aceh Silaturahmi ke Kapolda

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:29 WIB

Penyerahan SK Ketua DPD Partai Demokrat Aceh oleh Walikota Lhokseumawe Sayuti Abu Bakar.

POLITIK

Sayuti Resmi Nahkodai Demokrat Aceh

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:05 WIB

Para peserta kegiatan, lakukan foto bersama. Sebanyak 19 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di Aceh mendapatkan pendampingan pengembangan usaha berbasis hutan dan akses pembiayaan melalui pendekatan blended finance, Kamis (17/9/2026).
Foto: Tribun Gayo

PEMERINTAHAN

WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah

Jumat, 18 Sep 2026 - 08:23 WIB