Proyek DOKA di Bireuen Diduga Menyimpang, Pemerhati Minta Penegakan Hukum Diperketat

Rabu, 1 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lebih lanjut, Iqbal mengungkapkan adanya dugaan ketidaksesuaian pelaksanaan pembangunan dengan spesifikasi teknis yang telah direncanakan. Ia menilai, beberapa rekanan tidak memenuhi standar nasional dalam penyediaan material maupun volume pekerjaan yang ditentukan.

“Kalau dikerjakan tidak sesuai spesifikasi, apalagi dengan material yang kualitasnya rendah, tentu berakibat fatal. Negara bisa mengalami kerugian besar, sementara masyarakat tidak memperoleh manfaat maksimal. Kualitas bangunan bisa cepat rusak, bahkan ada yang tidak bertahan hingga satu tahun,” tegasnya.

BACA JUGA...  Pengadaan Buku 11 Desa Terindikasi 'Markup'

Iqbal meminta semua pihak, baik perusahaan rekanan maupun pejabat pembuat komitmen, agar tidak bermain-main dengan pembangunan infrastruktur publik. Ia menekankan, proyek yang dibiayai dari uang rakyat itu harus benar-benar diprioritaskan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Jangan sampai pembangunan yang seharusnya meningkatkan taraf hidup rakyat justru menjadi sumber kerugian negara. Kita tidak boleh membiarkan proyek yang dikerjakan asal-asalan tanpa memperhatikan kualitas dan standar keselamatan,” tambahnya.

BACA JUGA...  Kata Sayed Zainal, Sudahi Praktik Jual Nama FCSR untuk Cari Nafkah

Dalam kesempatan itu, Iqbal juga menyerukan agar aparat penegak hukum (APH) ikut turun tangan melakukan pengawasan ketat. Ia menegaskan, setiap praktik yang menyalahi prosedur, mulai dari proses tender, pelaksanaan pekerjaan, hingga pengawasan harus ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku.

Berita Terkait

WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah
Puskesmas Tanah Jambo Aye Gelar CKG di 30 Gampong
DPMPTSP Pidie Jaya Gelar Bimtek LKPM
Isu Begal Pengaruhi Mobilitas Warga  di Aceh Selatan 
BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara
Apache Dihentikan Pada Acara Penutupan Milad 800, Ayah Wa: Kita Hormati Syariat
Tantawi Komit Perjuangkan Guru Honorer Madrasah Swasta 

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 08:23 WIB

WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah

Kamis, 17 September 2026 - 14:16 WIB

Puskesmas Tanah Jambo Aye Gelar CKG di 30 Gampong

Kamis, 17 September 2026 - 12:10 WIB

DPMPTSP Pidie Jaya Gelar Bimtek LKPM

Kamis, 17 September 2026 - 11:53 WIB

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Rabu, 16 September 2026 - 17:19 WIB

Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara

Berita Terbaru

Para peserta kegiatan, lakukan foto bersama. Sebanyak 19 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di Aceh mendapatkan pendampingan pengembangan usaha berbasis hutan dan akses pembiayaan melalui pendekatan blended finance, Kamis (17/9/2026).
Foto: Tribun Gayo

PEMERINTAHAN

WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah

Jumat, 18 Sep 2026 - 08:23 WIB

Di lokasi yang sebelumnya terdapat Buaya Muara (Crocodylus porosus) berjemur  kini  tidak tampak lagi, namun warga masih resah.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

KESEHATAN

Pernyataan BKSDA Dinilai Timbulkan Kekesalan Masyarakat

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:56 WIB

NANGGROE

Faisal Temui Safrizal, Dorong Percepatan Rehab-Rekon Aceh

Kamis, 17 Sep 2026 - 18:41 WIB

Saat masyarakat di Tanah Jambo Aye CKG yang dilaksanakan oleh Pihak Puskesmas Tanah Jambo Aye, Aceh Utara.

KESEHATAN

Puskesmas Tanah Jambo Aye Gelar CKG di 30 Gampong

Kamis, 17 Sep 2026 - 14:16 WIB

PEMERINTAHAN

DPMPTSP Pidie Jaya Gelar Bimtek LKPM

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:10 WIB