Program CSR tak Terealisasi, Puluhan Warga Terdampak Eksplorasi Pertamina di Aceh Tamiang Kecewa

“Proposal penggemukan kambing sudah kami ajukan ke pihak Pertamina EP Rantau Field pada bulan Oktober 2024 dan pada bulan Maret 2025 pihak Pertamina menyuruh pihak desa untuk merevisi proposal, yang awalnya di ajukan melalui kelompok usaha bersama (KUBE) dirubah melalui Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Istiqomah Mandiri. Sampai saat ini, proposal yang kami ajukan tak kunjung terealisasi. Kami merasa di PHP oleh pihak Pertamina EP Rantau,” ujar Syukria. Rabu, 24 September 2025.

KUALASIMPANG | mediaaceh.co.id – Puluhan warga Dusun Bahagia Kampung [Desa] Dalam Kecamatan Karang Baru Aceh Tamiang, terdampak eksplorasi sumur minyak kecewa pada manajemen Pertamina EP Rantau Field yang tak merealisasikan program Corporate Social Responsibility (CSR) di lingkungannya.

BACA JUGA...  Sepanjang tahun 2022, Mahkamah Syar’iyah Jantho Terima dan Adili Perkara Sebanyak Ini

Alasan kuat mencuat setelah pihak Kampung mengajukan program penggemukan kambing domba ke manajemen PT Pertamina EP Rantau Field pada bulan Oktober 2024 tak kunjung terealisasi sampai saat ini.

Plt Datok Kampung Dalam Kecamatan Karang Baru Aceh Tamiang, Syukria Ash Shiddiqy mengatakan sebagai salah satu daerah terdampak eksplorasi migas PEP Field Rantau, pihaknya menindaklanjuti hasil rapat antara warga dan pihak Pertamina yang dilakukan pada Juni 2024 dengan mengajukan proposal penggemukan kambing domba pada Oktober 2024.