PPN Naik 12 Persen, Negara Makmur, Rakyat Buntung

Syawaluddin Ksp, Penulis, Kolumnis, Redpel dan Ketua KJL Aceh Tamiang.

Apakah masyarakat akan ‘Bersimbiosis’ dengan ‘AgregatBatmanisme? Upaya memulihkan kembali citra perekonomian mereka.

Wow…jika kondisi ini benar terjadi. Memungkinkan masyarakat berlaku ‘Bar-bar’ terhadap kebijakan sepihak yang dilakukan pemerintah RI.

Kesenjangan dan konflik sosial pun berada di depan mata. Sebab ‘ekspektasi’ masyarakat pada Pemerintahan Prabowo yang ingin menyejahterakan masyarakat terindikasi hanya ‘Selogan’ belaka.

BACA JUGA...  Kemudahan Satker Bertransaksi Keuangan dengan Virtual Accuont

Ada pertanyaan yang menggelitik. Apakah kenaikan PPN sebesar 2 persen tersebut, akan untuk membayar hutang luar negeri ‘rezim’ pemerintahan lalu? Percaya atau tidak, masing-masing kita menilai dari aspek mana yang dikehendaki.

Dampak mengerikan segera ‘Tayang’ pada tatanan kehidupan sosial kemasyarakatan Indonesia, sebab kebijakan negara hanya memikirkan keuntungan bagi negara.

BACA JUGA...  Air Terjun Sangka Pane: Permata Alam Aceh Tamiang yang Menjadi Magnet Wisata Baru

Kerugian Kenaikan PPN bagi Rakyat [Aspek Ekonomi]

Tentu saja hal tersebut akan berpengaruh pada Peningkatan harga barang dan jasa, bisa saja tidak terkendali.

Bakal terjadi Inflasi yang meningkat. Sebab keterbatasan daya beli masyarakat sangat rendah dan akan tidak terjangkau.

Lalu akan terjadi Pengurangan margin keuntungan bisnis skala kecil dan menengah. Sebab bahan baku yang dipakai dikenakan PPN yang tak sebanding dengan keuntungan penjualan produk.