Alip menambahkan, keputusan PKS hari ini bukan sekadar soal posisi politik jangka pendek, melainkan tentang bagaimana partai tersebut akan dicatat dalam sejarah demokrasi Indonesia.
“Publik sedang menunggu: apakah PKS akan tenggelam dalam pelukan kekuasaan, atau berdiri sebagai partai yang tetap kritis ketika demokrasi dibajak oleh kepentingan elit,” pungkasnya.(R)














