Perusahaan Inggris Akan Olah Sampah Jadi Nilai Ekonomi

Selasa, 21 Januari 2020

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LANGSA, (MA) | Perusahaan sosial asal Inggris yang bergerak di bidang manajemen pengolahan sampah dan limbah, Ministry Of Waste akan mengolah limbah sampah menjadi nilia ekonomis sehingga dapat mendongkrak ekonomi masyarakat di Pemerintah Kota Langsa, Aceh.

Hal itu disampaikan Ceo dan Founder Ministry Of Waste, Samanta Skrivere, melalui fasilitator, Fauzan Febriansyah, dipertemuan dengan Wali Kota, Kota Langsa. Tgk Usman Abdullah SE, di ruang rapat Setdako setempat. Senin (20/01/2020).

“Kita akan jajaki kerjasama, jika memang ini dilanjutkan, maka kerjasama ini akan berlangsung selama 20-30 tahun ke depan, terkait biaya, akan dibantu oleh investor dan pemerintah. Selain itu, bagaimana limbah ini bisa memiliki nilai ekonomis dan juga bisa membuka lapangan kerja bagi masyarakat daerah ini,” sebut Samantha.

Dijelaskannya, sebagai langkah awal, pihaknya melakukan tukar pikiran dengan Wali Kota tentang penanganan sampah di wilayah Kota Langsa, dan menjajaki kerjasama penanganan limbah sampah.

BACA JUGA...  Mawardi Ali : Pancasila Sebagai Alat Pemersatu

Lembaga ini tertarik membantu pengolahan sampah di Kota Langsa, karena lokasi langsa strategis dan juga kota yang dimasa depan yang akan terus maju, yang tentu saja akan menghadapi masalah limbah sampah.

“Mengapa Lembaga Ministry Of Waste lebih fokus ke kawasan Asia Tenggara, karena 60 persen polusi sampah plastik di laut dunia berasal dari Asia Tenggara,” ujarnya.

Dia menanbahkan, lembaga ini akan menawarkan solusi total penanganan sampah dari mulai edukasi ke masyarakat, penanganan limbah secara modern.

Sambungnya lagi, maka pihak perusahaan sosial bergerak di pengolahan sampah ini terlebih dahulu melakukan survey lokasi untuk melihat potensi sampah yang ada di Kota Langsa.

BACA JUGA...  KPA Luwa Nanggroe Apresiasi Penunjukan Plt Dirut BAS, Dorong RUPS untuk Kepemimpinan Definitif

Seperti sampah plastik, sampah karet, sampah organik dan non organik, sampah medis rumah sakit, hingga sampah biologis dari perkebunan.

Sampah-sampah tersebut oleh perusahaan Ministry Of Waste mampu diolah menjadi barang bernilai ekonomis, contohnya sebagai bahan baju industri yaitu kaca sebagai bahan bangunan.

Lalu, pempers bisa dijadikan batu bata, plastik bisa dijadikan pakaian, dan organik bisa diolah menjadi pupuk kompos dan makanan ternak, dan masih banyak fungsi sampah yang bisa didaur ulang menjadi bahan berguna lainnya.

Sementara itu menyikapi kehadiran dan program dibawa Ministry Of Waste perusahaan sosial asal Inggris ini, Wali Kota Langsa, Tgk Usman Abdullah SE, mengatakan, pada intinya Pemko Langsa menyambut baik dan mendukung program tersebut.

Pemko Langsa terutama dalam pengadaan lahan yang dibutuhkan, menyanggupi untuk menyediakannya.

BACA JUGA...  Anak Muda Aceh Tamiang Harumkan Nama Daerah; Pesan Bupati Armia Pahmi, “Jangan Takut Bermimpi Besar”

Tapi jika menyangkut anggaran yang harus disediakan, mustahil itu bisa disanggupi oleh Pemko Langsa, melihat kondisi anggaran hang minim Pemko Langsa yakni APBK saat ini yang tidak sampai Rp 1 triliun.

“Jika lahan dibutuhkan 2 hektare, kita akan mampu menyediakan 10 hektar. Namun bila Pemko yang menyediakan anggaran, kami mungkin tak mampu dengan kondisi anggaran dimiliki sekarang,” tandasnya.

Kedatangan Ceo dan Founder Ministry Of Waste, Samanta Skrivere, kewarganegaraan Prancis dan Latvia, juga ikut didampingi anggota DPRA asal Kota Langsa, Muhammad Rizky, dan Fasilitator, Fauzan Febriansyah, serta lainnya.

Pada acara tersebut, Wali Kota didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Umar SH, Direktur RSUD, Fardhiyani, Asisten II, Ir Sayid Mahdum, Kepala Bappeda, Darpian ST, Kabid Kebersihan DLH, Saifuddin Zuhri SE, dan lainnya.(Mustafa)

Berita Terkait

Workshop Desain Grafis, Buka Peluang Freelance bagi Pelajar
Rahmatsyah Tunjuk Henny Mahera Siregar Sebagai Plh SMAN 1 Simpang Ulim
Pasca Demonstrasi di SMAN 1 Simpang Ulim, Kacabdin: Kita Tunjukkan Plh
Teuku Kamaruzzaman Kembali Pimpin IKAKUM USK 2026–2031
Bank Aceh dan BI Provinsi Aceh Luncurkan Soundbox QRIS Dinamis
DPP PA Gelar FGD, Lukman Hakim: Pentingnya Ideologi Ke Acehan 
Pangdam IM Dorong Pemberdayaan Ekonomi Desa
Haili Yoga Minta SCOPI Turun ke Aceh Tengah

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:25 WIB

Workshop Desain Grafis, Buka Peluang Freelance bagi Pelajar

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Rahmatsyah Tunjuk Henny Mahera Siregar Sebagai Plh SMAN 1 Simpang Ulim

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:37 WIB

Pasca Demonstrasi di SMAN 1 Simpang Ulim, Kacabdin: Kita Tunjukkan Plh

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:05 WIB

Teuku Kamaruzzaman Kembali Pimpin IKAKUM USK 2026–2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Bank Aceh dan BI Provinsi Aceh Luncurkan Soundbox QRIS Dinamis

Berita Terbaru

MILITER

Pulang Ke Pidie Jaya, Danrem Hadiri Maulid Raya

Kamis, 29 Okt 2026 - 17:01 WIB

RAGAM BERITA

Firdaus Diberhentikan dari Anggota PWI

Rabu, 28 Okt 2026 - 16:33 WIB

Wakil bupati Aceh Utara Tarmizi Panyang saat mengikuti pertemuan pemetaan wilayah banjir dan longsor bersama BPBD Aceh Utara.

PEMERINTAHAN

BPBD Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor Aceh Utara

Selasa, 27 Okt 2026 - 19:06 WIB