PERJALANAN HEROIK DALAM KETERBATASAN

Mereka seperti dua sayap yang membuat Aceh Tamiang tidak jatuh sepenuhnya.

Perjuangan dalam Keterbatasan. Banjir bandang 2025 akan tercatat sebagai salah satu bencana terbesar dalam sejarah Aceh Tamiang.

Namun sejarah bukan hanya tentang kerusakan dan jumlah kerugian. Ia juga tentang manusia-manusia yang menolak tunduk pada keadaan.

Tentang seorang Bupati yang menolak hanya menjadi penonton.

BACA JUGA...  ​Pulihkan Senyum Pidie Jaya, Relawan ASDP Terjang Lumpur di Gampong Seunong

Tentang seorang aktivis sosial yang menjadikan kemanusiaan sebagai kompas hidupnya. Tentang masyarakat Aceh Tamiang yang, meski terhantam, tetap saling menopang.

Hari-hari kelam itu akan selalu dikenang bukan semata karena airnya, tetapi karena keberanian dan kemanusiaan yang melawannya.

Bupati Armia Pahmi.

“Kita boleh terjebak dalam banjir, tapi kita tidak boleh terjebak dalam keputusasaan. Selama kita masih saling menggenggam, Aceh Tamiang tidak akan tenggelam.”

[Irjen Pol (Purn) Drs. Armia Pahmi, MH. Bupati Aceh Tamiang]. [].