Tindakan ini tidak bisa dibaca sekadar sebagai ketidakhadiran dalam satu acara. Ini adalah pesan simbolik bahwa Meutia Hafidz—yang kini duduk di kursi kekuasaan—mungkin mulai lupa pada “asal muasalnya” sebagai bagian dari barisan jurnalis yang memperjuangkan hak publik atas informasi. Sebab, bila ia masih menghayati nilai-nilai profesi, tentu komunikasi terbuka dan sikap hormat pada forum redaksi akan jadi prioritas, apalagi dengan adanya amanat dari Wapres.
Persoalan ini menjadi refleksi lebih luas: apakah para pejabat publik yang berasal dari kalangan profesional masih membawa semangat profesinya ketika duduk di lingkar kekuasaan? Atau justru menjadi bagian dari birokrasi yang semakin menjauh dari publik dan komunitas asalnya?
Penulis : Junaidi Rusli (Waketum Forum Pimred Multimedia Indonesia)





