Nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ganjar Pranowo, dan Pramono Anung juga muncul dalam percakapan X, tetapi intensitas samplingnya belum menyamai tiga atau empat nama teratas.
Denny menilai kondisi tersebut tidak berarti ketiganya kehilangan peluang menuju 2029.
“Pilpres masih sangat jauh. Pada fase ini, yang kita lihat bukan siapa yang sudah menang, tetapi siapa yang sedang membangun political narrative. Kandidat dengan volume percakapan rendah masih dapat melakukan breakthrough jika menemukan isu yang tepat atau terjadi perubahan politik yang signifikan.”
Menurutnya, Pramono memiliki ruang politik yang berasal dari kinerja pemerintahan Jakarta, AHY mempunyai modal organisasi politik dan posisi pemerintahan, sementara Ganjar masih memiliki basis pengenalan publik yang luas meskipun intensitas percakapan digital dalam sampling kali ini relatif lebih rendah.
_Peta awal menuju 2029_
Berdasarkan pengamatan Index Politica Indonesia, Denny melihat setidaknya terdapat empat kelompok narasi yang mulai terbentuk.
Pertama, keberlanjutan pemerintahan.
Prabowo–Gibran menjadi poros utama narasi ini. Percakapannya berkaitan dengan kinerja pemerintahan, program prioritas, pembangunan, dan keberlanjutan politik pasca-2024.















