Kedua, alternatif politik nasional.
Anies masih mempunyai political memory dan basis percakapan yang memungkinkan dirinya kembali menjadi aktor penting.
Ketiga, rising regional figure.
Dedi Mulyadi menjadi contoh paling menarik karena popularitas berbasis pemerintahan daerah mulai diterjemahkan ke dalam percakapan politik nasional.
Keempat, established political actors.
AHY, Ganjar, dan Pramono masih memiliki modal politik masing-masing dan dapat mengalami peningkatan percakapan apabila terjadi momentum politik baru.
_X bukan survei elektabilitas_
Denny menegaskan bahwa analisis Index Politica Indonesia tidak dimaksudkan untuk menggantikan survei elektabilitas.
“Kami ingin membedakan tiga hal: electoral preference, media visibility, dan social media conversation. Ketiganya tidak selalu bergerak bersama.”
Menurutnya, seorang tokoh dapat memiliki volume percakapan tinggi karena kontroversi. Sebaliknya, seorang tokoh dapat memiliki volume percakapan lebih rendah tetapi memperoleh engagement yang sangat tinggi dari kelompok pendukungnya.
Karena itu, Index Politica Indonesia menggunakan beberapa indikator sekaligus, yaitu volume percakapan, sentimen, engagement, pengulangan narasi, serta indikasi amplifikasi.















