oleh

Pasien Keluhkan Pelayanan Oknum Dokter di RSU Dr. Fauziah Bireuen

Bireuen (ACD) – Sikap asal-asalan yang dilakukan oleh oknum dokter di Rumah Sakit Umum Dr. Fauziah Bireuen, perlu dihentikan segera, sebelum jatuh korban jiwa dari pihak pasien dan masyarakat. Pasalnya diduga oknum dokter dimaksud memberikan resep obat kepada pasien, bukan berdasarkan hasil diagnosis secara langsung setiap dokter di ruang nginab nya setelah 3 hari dan 3 malam menunggu dokter paru penyakit dalam itu datang tidak kunjung tiba memeriksanya.

Hal tersebut sebagaimana yang diungkapkan oleh Zulfikar, warga Gampong Cot Tufah Kacamatan Gandapura Kabupaten Bireuen, yang sekaligus merupakan pasien penyakit dalam (paru) yang sedang mendapatkan perawatan di Rumah sakit setempat.

Menurut pengakuan Zulfikar, dirinya baru saja diberikan obat untuk diminum, sementara pemeriksaan tidak dilakukan kepadanya. Ia mengaku kecewa dan khawatir untuk mengkonsumsi obat tersebut meskipun telah saling konsultasi lintas dokter ahli penyakit dalam pada saat itu.

“Selama saya disini tidak pernah dijenguk oleh dokter paru dan memeriksanya, padahal saya menderita penyakit komplikasi,” kata Zulfikar dengan nada kecewa, kepada media ini, Rabu, 31 Juli 2019 di RSU Dr. Fauziah, Bireuen.

Zulfikar, yang sekaligus juga mantan wakil ketua DPRK Bireuen periode lalu ini juga mengaku masih merasa sakit disekujur tubuhnya, meski telah diperiksa oleh dua dokter, saraf dan jantung dalam mengkonsumsi obat yang dianjurkan oleh dokter yang menangani dirinya.

”Padahal saya masih merasa sakit badan, dengan masih kebas kebas tangan ini dan tangan kiri saya masih susah bergerak gerak, seperti yang saudara lihat ini. ”,Jelas Zulfikar AW, didampingi istrinya saat itu.

Diakuinya, sudah tiga hari menjalani perawatan di rumah sakit tersebut, namun belum ada perubahan yang signifikan. Zulfikar disebut – sebut mengalami penyakit dalam bagian Paru.

Terkait dengan keluhan pasien tersebut, Direktur RSU Dr. Fauziah Bireuen, Direktur RSUD Bireuen, Dr Mukhtar MARS, yang dikonfirmasi media ini, di ruang kerjanya, tidak menafikan hal tersebut dan berjanji akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan akan memanggil dokter dan petugas bersangkutan secara internal nantinya.

“Secara pasti saya belum tahu informasi itu, tapi akan segera kita panggil dokter maupun petugas piket bersangkutan ke ruangan saya, sebab selama ini kita selalu menganjurkan dapat memberikan pelayanan yang baik kepada pasien maupun masyarakat yang berobat,” tegas Mukhtar. (Iqbal)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA..