Ini Masalah Pembangunan Poskesdes Meuliek, Hingga Belum Difungsikan

Kamis, 8 Maret 2018

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bireuen (ADC) – Bangunan permanen yang sudah siap dibangun dan diperuntukkan sebagai Pos Kesehatan Desa (Poskesdes), di Desa Meuliek, kecamatan Samalanga, kabupaten Bireuen, sumber dana dari APBK Bireuen TA 2017, hingga berganti tahun 2018, masih bermasalah dan belum dapat difungsikan, akibatnya tenaga medis yang ditempatkan diposkesdes tersebut, juga enggan mendiaminya.

Sumber yang diperoleh media ini mengatakan, tidak berfungsinya Poskesdes tersebut, disebabkan inisiatif para perangkat desa terutama Kepala Desa Meuliek, terkesan tidak mendukung kemajuan desa yang dipimpinnya. Berawal dari problem sepele, terkait mentoknya musyawarah ganti rugi tanah untuk jalan akses masuk sejarak sekitar  20 meter x 5 meter.

“Yang butuh diselesaikan dan desepakati dengan tanah, Nurdin Umar, supaya ada jalur bagi warga  menjangkau Poskesdes tersebut,” kata Sumber yang tidak ingin disebut namanya, Rabu (07/03/2018).

Tahap pendekatan yang dilakukan pihak perangkat desa berawal dari kesiapan bangunan tahun silam, bukannya membuka jalan keluar namun justru menganggap masalah baru, hingga lokasi jalan pinggiran jalan umum tipe kecamatan itu batal dinegosiasikan untuk kepentingan umum.

Sumber lain, dari salah seorang perangkat dan tergolong tetua desa setempat, turut memaparkan sikap egois para pengambil kebijakan desa, malah beralih melakukan lobi dengan pemilik kebun bagian belakang Poskesdes untuk dijadikan jalan menjangkau bangunan Poskesdes.

BACA JUGA...  Ribuan Tenaga Kontrak Disumpah

“Padahal, jalan lewat belakang kepunyaan Darmansyah Deham yang akan diuangkan, menggunakan Anggaran Desa untuk dijadikan jalan masuk, jaraknya sekitar empat kali lipat dibanding milik Nurdin Umar didepan bangunan dekat jalan umum,” ungkap sumber dari desa tersebut.

Begitupun, tambahnya, jika diperbandingkan dengan hitungan rupiah yang bakal dikeluarkan pun tidak kentara dampak mahal dengan ruas lahan bagian depan, sesuai dengan yang ada digambar consultan proyek Dinkes Bireuen. Dikatakannya, ruas lahan milik Darmansyah yang ingin diganti rugi pihak perangkat desa malah sudah mencapai 50 persen dibangun beton.

“Pengaman timbunan itu pun kini sudah mengalami deadhlock dan dihentikan penyelesaiannya karena sesuatu hal yang belum ada kata sepakat antara perangkat desa dengan pemiliknya,” tambahnya.

Dari kenyataan serta syistem perangkat kepercayaan warga dalam mengelola pembangunan desa itu, dipastikan Poskesdes bakal sia-sia, tidak bisa difungsikan dan terbengkalai. Pemandangan terlantarnya bangunan bantuan pemerintah yang berjarak sekitar 20 meter dari kasat mata warga yang melintasi dari jalan utama Desa Meuliek, akan terkesan negative dan muncul pertanyaan dari warga desa meuliek samalanga, ada apa dibalik bangunan poskesdes tersebut?.

BACA JUGA...  Perkokoh Sinergitas, Dandim 0104/Atim Komsos Dengan Kadiskominfo

“Segampang itu Dinas terkait melaksanakan program premature yang mengakibatkan pemborosan anggaran daerah yang sesungguhnya masih memiliki nilai kekayaan daerah, serta PAD pas-pasan setiap tahun anggarannya,” imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Bireuen, dr Amir Addani, M. Kes.,melalui Kasie Sarana Prasarana Dana Otsus, Safrizal, SKM, menyatakan rasa kecewanya dengan syistem kebijakan yang dianut para perangkat desa meuliek samalanga tersebut dalam meluapkan rasa terimakasih kepada pemerintah daerah.

Diungkap Safrizal, bahwa pernyataan awal pihak kepala desa sewaktu pihak dinas kesehatan Bireuen melakukan assessment keberadaan lahan bangunan, pihak Kades sangat bertanggungjawab waktu itu. Adapun, terkait jalan tembus menuju Poskesdes yang masih milik salah seorang warganya, akan dituntaskan pihaknya seiring pembangunan dilaksanakan.

“Lagi pula jika lahan bangunan memang tidak siaga di Meuliek, kami pasti tidak membangun disitu dari pada dianggap tidak bernilai samasekali,” ujar Safrizal dengan nada kesal saat dihubungi melalui telpon selularnya.

Sementara itu, Camat Samalanga, Jamaluddin BSc mengatakan, persoalan fungsi Poskesdes Meuliek yang berentetan tersebut, sempat dipertanyakan oleh Pak Wabup Bireuen, H. Muzakkar A Gani sewaktu berkunjung ketempat undangan syukuran pada Januari silam.

BACA JUGA...  Suka Teler di Mesjid, Bocah Cilik Ditangkap Polisi 

“Pada saat itu kebetulan sekali ada Pak Adi (Kepala Puskesmas Samalanga) juga didekat pak Wabup dan Pak Adi waktu itu mengaku, polemic jalan jangkau ke Poskesdes Meuliek itu sudah ada jalan keluarnya,” pungkas Camat.

Jamaluddin mengaku, baru mengetahui persoalan sebenarnya, jika ternyata alternative yang dimaksudkan bukanlah sudah mencapai kata sepakat untuk penggunaan tanah dibagian depan yang dimiliki Nurdin Umar. Namun, justru melakukan lobi dengan Darmansyah selaku pemilik lahan pengganti dibagian belakang bangunan.

“Sekarang menerima informasi lain lagi, tanah andalan kedua milik Darmansyah itu juga sudah timbul masalah dan cendrung batal dibangun, meskipun pihak perangkat desa sudah memulai pembangunan jalan yang tentunya bertambah-tambah nekad tingkah mereka dalam menghambur-hamburkan uang Negara,” pungkasnya.

Ditambahkannya, terkait tempat pembangunan Poskesdes yang batal dibangun tersebut, dirinya terkesan telah dipermalukan oleh perangkat Desa meuliek. Sementara, hingga berita ini diturunkan, kepala Desa Meuliek belum dapat dikonfirmasi. [MS].

Berita Terkait

PESAWAT: Informasi Harus Terverifikasi
Tiga Figur Dinilai Layak Pimpin DPRA, Ini Kata Abu Salam
Pemulihan Lamban, Korban Banjir dan Longsor Aceh Sorot Kinerja Satgas Bencana
Masyarakat Sabang Menyesalkan Pejabat BPKS Yang Telah Dikeluarkan Kini Masuk Lagi
Abu Salam Kunjungi SPS Aceh, Bahas Sinergi Pers dan Investasi
Mualem Ganti Ketua Beserta Pengurus KPA Wilayah Sabang dan Pulo Aceh
Ketua Satgassus Bireuen Sidak Pupuk Subsidi
Wahyudi Ramadhan Ditunjuk Sebagai Pimpinan Pengcab Aceh Internasional Orientering Kota Sabang

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 13:30 WIB

PESAWAT: Informasi Harus Terverifikasi

Selasa, 14 April 2026 - 01:01 WIB

Tiga Figur Dinilai Layak Pimpin DPRA, Ini Kata Abu Salam

Minggu, 8 Maret 2026 - 12:34 WIB

Pemulihan Lamban, Korban Banjir dan Longsor Aceh Sorot Kinerja Satgas Bencana

Jumat, 10 Oktober 2025 - 16:09 WIB

Masyarakat Sabang Menyesalkan Pejabat BPKS Yang Telah Dikeluarkan Kini Masuk Lagi

Jumat, 10 Oktober 2025 - 02:06 WIB

Abu Salam Kunjungi SPS Aceh, Bahas Sinergi Pers dan Investasi

Berita Terbaru

Penyambutan Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa) pada acara HUT Kabupaten Pidie Ke-515 tahun.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa dan Rombongan Disambut di Acara HUT Pidie Ke-515

Minggu, 20 Sep 2026 - 13:13 WIB

Skuat Aceh Timur Di Gala Siswa Nasional (GSI) Tingkat Provinsi Aceh.

OLAHRAGA

Aceh Timur Tumbangkan Lhokseumawe di GSI Aceh 

Sabtu, 19 Sep 2026 - 21:49 WIB

Himbauan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Imbau Warga Waspada Bencana

Sabtu, 19 Sep 2026 - 21:33 WIB

HUKOM

KPK Usut Korupsi BPN

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:50 WIB

Tim Gabungan mengevakuasi jenazah korban ke dalam mobil untuk diserahkan kepada pihak keluarga korban.(Foto/mediaaceh.co.id/(istimewa).

PERISTIWA

Nelayan Meukek Ditemukan Meninggal

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:41 WIB