Tempat telah disediakan oleh Pemkab Aceh Tamiang. Dengan uang tali asih itu warga membangun rumah darurat berdinding tepas yang mereka buat sendiri. Untuk meminimalkan uang yang mereka dapat dari PT. Rapala.
Begitu sebut Direktur Eksekutif Lembaga Advokasi Hutan Lestari (LembAHtari). Sayed Zainal, M. SH. [Lembaga pendamping] Seperti dikutip mediaaceh.co.id. Selasa, 24 Oktober 2023 di Kualasimpang.
Kata Sayed, kondisi riil relokasi warga Kampung Perkebunan Sungai Yu yang ada di belakang SDN Marlempang sangat menyedihkan, dari 28 barak sementara yang di bangun, baru 1 KK yang menempati hunian tersebut.
Sedangkan 27 KK lainnya, setelah gubuk selesai dibangun baru mereka menempatinya mengingat belum adanya Penerangan, Air Bersih, MCK dan saluran pembuangan.
Sebab, pihak PT. Rapal tidak memberi ijin mereka membuang limbah rumah tangga ke parit batas HGU [parit gajah]. Dengan alasan yang tidak jelas.
“Hidup mereka sangat prihatin, mau buang air besar saja harus menumpang di tempat orang lain. Tidak ada penerangan, apalagi itu air bersih. Mereka sangat berharap uluran tangan para dermawan yang ingin membantu kekurangan mereka,“ jelas Sayed.
DPRK dan Komisi 1 Dimana
Sayed melihat bahwa; Keprihatinan warga tersebut, tidak menjadi keprihatinan para wakil rakyat, terutama para Pimpinan
Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) dan Komisi 1 dan atau anggota Dewan.




