MPD dan ‘Klik’ Titah Punggawa

Selasa, 26 Maret 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Semakin memperkuat agitasi dalam kepengurusan yang baru, indikasinya konflik kepentingan [Perorangan dan Kelompok] mengental dalam penempatan orang-orang di dalam tubuh MPD sebagai perwakilan.

Mestinya, ini tidak boleh terjadi. Tetapi bau tak sedap telah merebak, menggerogoti tubuh pengurus MPD. Sampai-sampai ketua terpilih seperti takut, namanya dibawa-bawa dalam tulisan ini. Ada apa sebenarnya?.

BACA JUGA...  ‘Attitude’ Politik Pemimpin harus ‘Smart’, Bertanggung Jawab dan Bijaksana

Para anggota yang baru terpilih juga seperti menghindar saat didesak [Kenapa kok belum dilantik?], hanya dapat jawaban singkat. “Ada perubahan struktur pengurus,” begitu jawaban satu di antara pengurus yang baru.

Bau tak sedak kepentingan juga merebak hingga ke ibukota provinsi. Desas-desus ketua terpilih dan sekretaris terpilih bertolak ke Kutaradja. Namun hasil yang diperoleh nihil [Tak membuahkan hasil].

BACA JUGA...  Baik tak Berujung Lurus

Malah saran ketua terpilih agar ditanya kepada Penjabat (PJ) Bupati Aceh Tamiang. Drs. Asra. “Pak PJ sekarang yang berwenang melantik. Tolong ya aku ora [tidak] komen. Jangan dibawa bawa nama saya,”.

Bahasa seperti di atas seharusnya tidak meluncur. Sebab sebagai ketua terpilih punya hak untuk menanyakan kepada PJ Bupati Asra, kapan dilantik. Tetapi jangan ada kilah buang badan.

BACA JUGA...  NEGARA YANG LUPA MENGHITUNG PENYEWA

Juga ketua terpilih seharusnya menjelaskan kepada komisioner terpilih, apa?, mengapa?, MPD belum dilantik, agar anggota pengurus tidak memunculkan berbagai pertanyaan dan preseden kepada lembaga MPD.

Berita Terkait

Migas; Mencari Cadangan, Menghadapi Risiko
60.223 KK, Amanah yang Harus Sampai ke Rumah
Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang
Konfirmasi Bukan Ancaman; Ketika Pertanyaan Sederhana Dijawab dengan Birokrasi
Menunggu Negara di Skema Bantuan Banjir Aceh Tamiang
NEGARA YANG LUPA MENGHITUNG PENYEWA
Jalan Terjal Menuju Sekolah di Hulu Tamiang
Negara Absen, Hutan Mangrove Dikorbankan

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 22:12 WIB

Migas; Mencari Cadangan, Menghadapi Risiko

Sabtu, 5 September 2026 - 13:44 WIB

60.223 KK, Amanah yang Harus Sampai ke Rumah

Sabtu, 5 September 2026 - 13:44 WIB

Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang

Senin, 25 Mei 2026 - 12:45 WIB

Konfirmasi Bukan Ancaman; Ketika Pertanyaan Sederhana Dijawab dengan Birokrasi

Jumat, 13 Maret 2026 - 19:17 WIB

Menunggu Negara di Skema Bantuan Banjir Aceh Tamiang

Berita Terbaru

Saat Azhari warga Gampong Teuping Gajah dirujuk ke RSUD Cut Mutia.

KESEHATAN

Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara

Selasa, 13 Okt 2026 - 13:29 WIB

Geuchik Gampong Buket Jrat Manyang Dahlawi yang didampingi oleh Ketua Kopdes Merah Putih Gampong dan Babinsa Koramil 014/Tja saat menerima Mobil Kopdes Merah Putih di Makodim 0103/Aut, Senin (12/10).

PEMERINTAHAN

Dua Gampong di Tanah Jambo Aye Terima Mobil Kopdes Merah Putih

Selasa, 13 Okt 2026 - 12:21 WIB

Kantor DPRK Aceh Selatan di Jalan Syech Abdurrauf  Tapaktuan.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Program KAS 2027 Menuai Kritik

Selasa, 13 Okt 2026 - 07:51 WIB

PEMERINTAHAN

Pemkab Aceh Barat Raih Rekor MURI di Malam Penutupan HUT 438

Senin, 12 Okt 2026 - 19:50 WIB