Menyaksikan Konservasi Penyu Belimbing di Aceh Singkil, Wisata Edukasi yang Menjaga Harapan Lautan

Senin, 25 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bagi wisatawan, berkunjung ke Pondok Pelestarian Penyu memberikan kesempatan untuk memahami lebih dekat proses konservasi yang dilakukan masyarakat. Pengunjung dapat melihat lokasi penetasan telur, mendengarkan cerita para pengelola tentang perjuangan menjaga penyu, hingga menyaksikan pelepasan tukik yang menjadi simbol harapan bagi masa depan satwa langka tersebut.

Agam Provinsi Aceh 2023, Vima Syaddad Alfathan, menilai model konservasi berbasis masyarakat seperti yang diterapkan di Kayu Menang merupakan contoh yang patut dikembangkan di berbagai daerah.

BACA JUGA...  791 Mahasiswa Aceh Singkil Terima Bantuan Beasiswa Pendidikan

“Ketika masyarakat melihat bahwa menjaga lingkungan juga berarti menjaga penghasilan mereka, motivasi untuk berpartisipasi menjadi jauh lebih kuat dan berkelanjutan. Konservasi yang hidup dari dalam komunitas seperti inilah yang paling sulit dipatahkan,” ujarnya.

Selain Kayu Menang, Aceh Singkil juga memiliki destinasi konservasi lain yang tidak kalah menarik, yakni Pulau Bangkaru di kawasan Kepulauan Banyak. Pulau yang dikenal dengan keindahan alamnya ini menjadi habitat alami berbagai jenis penyu, termasuk penyu belimbing, penyu hijau (Chelonia mydas), dan penyu sisik (Eretmochelys imbricata).

BACA JUGA...  Dayah Dukung Syariat Islam di Aceh

Letaknya yang relatif terpencil, jauh dari aktivitas manusia, serta kondisi pantai yang masih alami menjadikan Pulau Bangkaru sebagai salah satu lokasi bertelur terbaik bagi penyu di wilayah barat Indonesia. Tak heran jika kawasan ini sering menjadi perhatian para pegiat konservasi dan pecinta wisata alam.

Berita Terkait

Lomba Tari Kreasi Nusantara Real Art 2026 Himpun 830 Penari dari 15 Provinsi
23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Lomba Tari Kreasi Nusantara Real Art 2026 Himpun 830 Penari dari 15 Provinsi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Medco E&P dan BPMA Edukasi 33 Wartawan Aceh Timur

Jumat, 30 Okt 2026 - 21:30 WIB

Bupati Asel HMW (pakai rompi)  didampingi Sekdakab Diva Samudra Putra dan Dandim 0107/Asel Letkol (Inf) Andrino Lubis menjelaskan tentang penanganan banjir di Trumon, Jumat, (30/10/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Bupati HMW Turun Langsung ke Lokasi Banjir Aceh Selatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 21:24 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM saat melantik pejabat di lingkungan pemerintah kabupaten Aceh Utara, Jum'at, (30/10).

PEMERINTAHAN

Lantik 10 Pejabat, Ayah Wa Tegaskan Jabatan Bukan Hadiah

Jumat, 30 Okt 2026 - 21:02 WIB

Anggota DPRK Aceh Selatan Mistan Aulia (tengah) asal Kluet Timur memberikan support saat personil TNI mengerjakan pembangunan jembatan di daerah pedalaman Aceh Selatan.(Foto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

PEMERINTAHAN

Mistan Aulia Apresiasi TNI Bangun Jembatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 20:45 WIB