ACEH SINGKIL (MA) – Kabupaten Aceh Singkil tidak hanya dikenal dengan pesona Kepulauan Banyak yang memikat wisatawan. Di kawasan pesisirnya, tersimpan destinasi wisata edukasi yang menghadirkan pengalaman berbeda: menyaksikan langsung upaya pelestarian penyu belimbing, salah satu satwa laut langka yang kini menghadapi ancaman kepunahan.
Di Desa Wisata Kayu Menang, Kecamatan Kuala Baru, wisatawan dapat melihat aktivitas konservasi penyu yang dikelola masyarakat melalui Pondok Pelestarian Penyu (PPP) Kayu Menang. Tempat ini menjadi salah satu titik penting dalam menjaga keberlangsungan populasi penyu belimbing (Dermochelys coriacea) yang selama puluhan tahun menjadikan pesisir Aceh Singkil sebagai jalur migrasi sekaligus lokasi bertelur.
Momen pelepasan tukik ke laut menjadi daya tarik utama yang mampu menghadirkan pengalaman berkesan bagi pengunjung. Puluhan anak penyu yang telah menjalani masa perawatan selama beberapa bulan dilepas menuju habitat alaminya, menciptakan pemandangan yang sarat makna sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga ekosistem laut.
Penyu belimbing sendiri merupakan spesies yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya serta Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106 Tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi. Secara global, spesies ini juga masuk dalam daftar satwa yang rentan hingga terancam punah menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN).




