Menuju Pemilu 2024, FJA Harap Komjen Wahyu Tindak Kejahatan Transnasional di Aceh

Senin, 26 Juni 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua umum FJA Muhammad Saleh.

Ketua umum FJA Muhammad Saleh.

BANDA ACEH (MA) – Ketua Umum Forum Jurnalis Aceh (FJA) Muhammad Saleh berharap, Komjen Pol. Wahyu Widada dapat menaruh perhatian ekstra terhadap Aceh, khususnya dalam pemberantasan dan penindakan kejahatan transnasional di Bumi Serambi Mekah.

Harapan tersebut, sesuai dengan jabatan baru eks Kapolda Aceh ini sebagai Kabareskrim Mabes Polri, sejalan dengan kebijakan mutasi yang dilakukan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, berdasarkan surat telegram (TR) Nomor: ST/1393/VI/KEP./2023, tanggal 24 Juni 2023 di Jakarta.

Sebagai mantan Kapolda Aceh, sebut Shaleh begitu dia akrab disapa, Komjen Wahyu Widada sangat paham dengan kondisi dan situasi di Bumi Tanah Rencong.

Karena itu, sebagai bagian dari rakyat Aceh, “kita semua tentu menaruh harapan besar kepada Jenderal Wahyu untuk “membersihkan” Aceh dari peredaran uang haram yang akan digunakan oknum tertentu untuk berkontestasi pada Pemilu 2024 mendatang,” kata wartawan senior ini.

BACA JUGA...  Ribuan APK Diturunkan di Aceh Utara, Syahrizal: Memasuki Masa Tenang 

Sekedar informasi, kejahatan transnasional, merupakan kejahatan terorganisasi, yang terjadi pada lintas perbatasan negara dan melibatkan kelompok atau jaringan yang bekerja di lebih dari satu negara, untuk merencanakan dan melaksanakan bisnis ilegal.

Menurut Shaleh, perhatian ekstra tersebut cukup beralasan, terutama memasuki tahun politik dan konstestasi demokrasi yaitu, Pemilu (Pileg dan Pilpres) serta Pilkada 2024 mendatang.

Tentu saja, Aceh sangat rawan dengan peredaran uang haram dari hasil kejahatan transnasional seperti, narkoba, tambang ilegal, penambangan kayu ilegal serta perdagangan manusia, yang digunakan sebagai modal dari sebagian calon anggota legislatif pada semua tingkatan (DPRK, DPRA dan DPR RI) di Aceh, ungkap Shaleh.

BACA JUGA...  Kunjungan Surya Paloh ke Demokrat, AHY: Kami Ingin Kapal Koalisi Ini Berlayar dan Menang

Sebelumnya diwartakan, Dittipidnarkoba Bareskrim Polri mengungkap adanya indikasi aliran dana peredaran narkotika untuk kepentingan Pemilu 2024.

Hal ini diketahui berdasarkan penangkapan beberapa anggota legislatif di daerah yang tertangkap kasus narkoba. Termasuk di Aceh.

Dari hasil penangkapan yang dilakukan terhadap anggota legislatif di beberapa daerah, diduga akan terjadi penggunaan dana dari peredaran gelap narkotika untuk kontestasi elektoral 2024, kata Wadirtipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Jayadi, Rabu, 24 Mei 2023 lalu di Jakarta.

Itu sebabnya, Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri akan mengandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), untuk mengusutnya.

Atas upaya pencegahan dini tersebut, Forum Jurnalis Aceh (FJA) kata Shaleh, siap mendukung penuh. Terutama melakukan berbagai diskusi terbatas dan bedah kasus.

“Bukan rahasia umum lagi, sejumlah mantan dan anggota DPRK serta DPRA di Aceh, tertangkap sebagai bandar dan pemakai narkoba. “Ini sungguh memprihatikan. Ibarat fenomena gunung es, itu yang tertangkap, tentu yang tidak tertangkap akan lebih besar dan banyak lagi,” ucap Shaleh.

BACA JUGA...  Panwascam Tanah Jambo Aye Lantik PTPS Pemilu 2024, Herizal: 4 Orang Tidak Dilantik, Karena Ini

Itu sebabnya, Shaleh menduga, praktik penggunaan dana dari bandar narkoba sebagai sponsorship bagi calon anggota legislatif pada semua tingkatan ini, telah lama berlangsung atau sudah terjadi sejak Pemilu 2009 lalu.

“Tetap akan terjadi lagi pada kontestasi Pemilu 2024 mendatang dan kondisinya persis seperti (maaf) kentut, baunya terasa ada tapi tak bisa diraba dan sebut dengan kata-kata. Ini semua, karena jaringan mereka sudah sangat luas dan besar, yang melibatkan berbagai elemen, termasuk oknum wartawan, ujar Shaleh.(Red).

Berita Terkait

Dari Jalan hingga Air Bersih, TMMD ke-129 Hadirkan Harapan Baru di Pedesaan
Rumah Reyot Barlian Kini Berdiri Kokoh, Buah Bhakti TMMD ke-129
Lewat Live Streaming, Ayah Wa Serap Aspirasi Masyarakat dari Pelosok Aceh Utara
Praktisi Hukum Soroti Keterlibatan Anggota DPRK Aceh Selatan dalam MBG, Dinilai Berpotensi Konflik Kepentingan
Ruang Belajar Kembali Berdiri, TK Raudhatul Jannah Bangkit dari Bencana
Ayah Wa Mediasi Konflik PTPN dan Masyarakat Cot Girek
Bupati H. Mirwan MS Melepas Kontingen Pramuka ke Cibubur
Mengembalikan Sejarah ke Tengah Masyarakat Gayo, Musara Alun Siap Jadi Lokasi HUT RI 81

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:38

Dari Jalan hingga Air Bersih, TMMD ke-129 Hadirkan Harapan Baru di Pedesaan

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:04

Rumah Reyot Barlian Kini Berdiri Kokoh, Buah Bhakti TMMD ke-129

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:19

Lewat Live Streaming, Ayah Wa Serap Aspirasi Masyarakat dari Pelosok Aceh Utara

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:15

Praktisi Hukum Soroti Keterlibatan Anggota DPRK Aceh Selatan dalam MBG, Dinilai Berpotensi Konflik Kepentingan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:20

Ruang Belajar Kembali Berdiri, TK Raudhatul Jannah Bangkit dari Bencana

Berita Terbaru

FEATURE

Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap

Senin, 10 Agu 2026 - 18:43