Menjejak Harapan; Telaah Renja Aceh Besar 2025

Selasa, 14 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Renja Aceh Besar 2026 [Foto Dok. | mediaaceh.co.id | Digital art Awelatam].

Renja Aceh Besar 2026 [Foto Dok. | mediaaceh.co.id | Digital art Awelatam].

“Renja bukan sekadar peta jalan birokrasi, tapi jembatan harapan antara ruang rapat dan halaman rumah warga. Di sanalah janji pembangunan diuji: bukan pada tebalnya dokumen, melainkan pada senyum yang lahir di wajah rakyat kecil.”

[Dr. Usman Lamreung, MS.i Direktur Lembaga EDR]

  • Awal Langkah; Di Balik Meja Perencanaan

Pagi itu, aula Bappeda Aceh Besar di Kota Jantho terasa hangat oleh kehormatan dan beban yang dipikul. Para kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) datang dengan berkas usulan, data indikator, dan mimpi kecil yang ingin diwujudkan untuk gampong dan warga di pelosok.

BACA JUGA...  Krisis Kepemimpinan MAA, Aceh Kehilangan Simbol Pelestarian Adat dan Budaya

Di antara tumpukan berkas dan diskusi teknis, bergema pertanyaan: apakah rencana kerja (Renja) ini akan benar-benar hidup di tangan masyarakat?

“Kita tidak ingin ada program yang hanya sekadar tertulis di atas kertas tanpa dampak nyata,” ujar. Rahmawati, Kepala Bappeda Aceh Besar saat memimpin pembahasan desk perubahan Renja OPD Maret 2025.

Sejak Peraturan Bupati Nomor 21 Tahun 2024 ditetapkan sebagai dasar hukum penyusunan Renja Aceh Besar 2025, dokumen ini menjadi kerangka pokok bagaimana visi pembangunan daerah diterjemahkan ke dalam program dan kegiatan konkret.

BACA JUGA...  Pemerintah Aceh Tamiang Terima Penghargaan ‘Penggerak Belanja Lokal Terbaik’

Namun dalam sebuah sistem yang dinamis, Renja juga harus membuka ruang perubahan. Maka pada 6 Maret 2025, Disdukcapil Aceh Besar bersama Bappeda menggelar pembahasan perubahan Renja OPD agar sinkron dengan prioritas strategis dan kebutuhan riil masyarakat.

Berita Terkait

Musriadi: Kurikulum Bahasa Aceh Harus Diterapkan di Semua Jenjang Sekolah
ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia
Arianto Pimpin Bumdesma Kebayakan
PABPDSI Perkuat Peran Desa
Irigasi Terbengkalai, Petani Kluet Utara Menjerit, FPKR Angkat Bicara
Bendera Bintang Bulan hingga Banjir Aceh Disorot dalam Ngopi Sore DPRA
Persiapan HSN 2026, Ayah Wa Gandeng Ulama 
Bupati Asel HMW Lantik Sembilan Plt Jadi Definitif, Dua Lainnya “Impor”

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:45 WIB

Musriadi: Kurikulum Bahasa Aceh Harus Diterapkan di Semua Jenjang Sekolah

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:57 WIB

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Arianto Pimpin Bumdesma Kebayakan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:04 WIB

PABPDSI Perkuat Peran Desa

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:02 WIB

Bendera Bintang Bulan hingga Banjir Aceh Disorot dalam Ngopi Sore DPRA

Berita Terbaru

Saat ODGJ asal Cot Petisah, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara mau dirujuk ke RS Cut Mutia di Lhokseumawe yang didampingi oleh Kepala Puskesmas Blang Glumpang, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Aparatur Gampong setempat, Sabtu (10/10).

KESEHATAN

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Sabtu, 10 Okt 2026 - 12:57 WIB

Arianto, Direktur Bumdesma terpilih Kecamatan Kebayakan.
Foto: mediaaceh.co.id/Salhadi

PEMERINTAHAN

Arianto Pimpin Bumdesma Kebayakan

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:15 WIB

Lounching peringatan Hari Desa Nasional 2027 dan Kick Off Liga Indonesia 2926-2027 di Bandung Barat Jabar, Sabtu, (10/10/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

PABPDSI Perkuat Peran Desa

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:04 WIB