Menjejak Harapan; Telaah Renja Aceh Besar 2025

Selasa, 14 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Renja Aceh Besar 2026 [Foto Dok. | mediaaceh.co.id | Digital art Awelatam].

Renja Aceh Besar 2026 [Foto Dok. | mediaaceh.co.id | Digital art Awelatam].

Beberapa hambatan yang harus diantisipasi; Aspek, Harapan dalam Renja dan Tantangan di Lapangan.

Keuangan Semua program prioritas mendapat dana cukup Keterbatasan anggaran, potensi pemotongan, atau alokasi mendadak SKPD.

Setiap OPD bertanggungjawab penuh atas kinerja Silang fungsi, koordinasi antar OPD yang lemah.

Adaptivitas Renja bisa diubah jika situasi mendesak, Birokrasi yang lamban, aturan kaku lalu Partisipasi masyarakat.

BACA JUGA...  PT PGE Sosialisasi Rencana Seismik, Ini Kecamatan yang Akan Survei 

Usulan lokal dijaring dan dijadikan acuan Kapasitas masyarakat terbatas, komunikasi tidak merata Evaluasi dan monitoring Indikator jelas dan diawasi rutin apalagi itu, Data tidak realtime, pelaporan lambat, sistem informasi belum optimal.

Dalam konteks Aceh Besar, dinamika geografis, keberagaman gampong, serta tantangan sosial-ekonomi memberi beban tersendiri.

Apabila Renja terlalu general tanpa memperhatikan karakter lokal, ada risiko program “tidak jatuh ke akar rumput”.

  • Narasi di Lapangan, Ketika Angka Menyapa Warga
BACA JUGA...  Menjelang Pilkada 2024, Kadisdikbud Aceh Utara Himbau Guru Jaga Netralitas

Bayangkan seorang ibu di gampong Lamtamot, Kecamatan Ingin Jaya, yang ingin agar kanal irigasi di sawahnya diperbaiki.

Usulan itu masuk ke musrembang gampong, diteruskan ke kecamatan, lalu OPD terkait. Tapi ketika dokumen Renja disusun, usulan itu mungkin “tenggelam” oleh proyek prioritas besar di ibu kota kecamatan [meski dampaknya untuk petani kecil sangat terasa].

BACA JUGA...  Ini Jawaban Camat Kuta Cot Gliee Dan Bupati Aceh Besar

Berita Terkait

Musriadi: Kurikulum Bahasa Aceh Harus Diterapkan di Semua Jenjang Sekolah
ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia
Arianto Pimpin Bumdesma Kebayakan
PABPDSI Perkuat Peran Desa
Irigasi Terbengkalai, Petani Kluet Utara Menjerit, FPKR Angkat Bicara
Bendera Bintang Bulan hingga Banjir Aceh Disorot dalam Ngopi Sore DPRA
Persiapan HSN 2026, Ayah Wa Gandeng Ulama 
Bupati Asel HMW Lantik Sembilan Plt Jadi Definitif, Dua Lainnya “Impor”

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:45 WIB

Musriadi: Kurikulum Bahasa Aceh Harus Diterapkan di Semua Jenjang Sekolah

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:57 WIB

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Arianto Pimpin Bumdesma Kebayakan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:04 WIB

PABPDSI Perkuat Peran Desa

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:02 WIB

Bendera Bintang Bulan hingga Banjir Aceh Disorot dalam Ngopi Sore DPRA

Berita Terbaru

Saat ODGJ asal Cot Petisah, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara mau dirujuk ke RS Cut Mutia di Lhokseumawe yang didampingi oleh Kepala Puskesmas Blang Glumpang, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Aparatur Gampong setempat, Sabtu (10/10).

KESEHATAN

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Sabtu, 10 Okt 2026 - 12:57 WIB

Arianto, Direktur Bumdesma terpilih Kecamatan Kebayakan.
Foto: mediaaceh.co.id/Salhadi

PEMERINTAHAN

Arianto Pimpin Bumdesma Kebayakan

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:15 WIB

Lounching peringatan Hari Desa Nasional 2027 dan Kick Off Liga Indonesia 2926-2027 di Bandung Barat Jabar, Sabtu, (10/10/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

PABPDSI Perkuat Peran Desa

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:04 WIB