PIDIE JAYA | MA – Aceh dikenal sebagai salah satu wilayah dengan jejak sejarah Islam yang kuat di Nusantara. Banyak masjid kuno yang masih berdiri kokoh sebagai bukti kejayaan Islam pada masa lampau. Salah satu yang paling bersejarah adalah Masjid Teungku di Pucok Krueng, yang berada di Simpang Beuracan, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya.
Masjid ini dibangun pada tahun 1031 Hijriah atau 1622 Masehi oleh Syekh Muhammad Salim, seorang ulama dari Jazirah Arab yang datang ke Aceh dan menetap di Meureudu bersama Tgk. Japakeh dan Malem Dagang.
Kehadiran Syekh Muhammad Salim membawa pengaruh besar dalam penyebaran Islam di wilayah ini, sehingga namanya diabadikan sebagai bagian dari masjid tersebut.
Arsitektur Khas Masjid Kuno Aceh
Masjid Teungku di Pucok Krueng memiliki arsitektur khas masjid-masjid tua di Aceh, dengan atap bertingkat yang jumlahnya selalu ganjil—umumnya tiga—dan semakin mengecil ke atas. Ciri khas ini mirip dengan bentuk atap Masjid Raya Indrapuri dan beberapa masjid kuno lainnya di Aceh.
Bagian dalam masjid dihiasi dengan ukiran indah di dinding dan tiang, yang masih bisa dinikmati hingga sekarang. Meski beberapa bagian telah dipugar dan direnovasi, keaslian desain utama tetap dipertahankan, sehingga nilai historisnya tetap terjaga.




