Mantan Ketua Forum Keuchik Aceh Selatan Akhirnya ditahan Tim Penyidik Jaksa

  • Bagikan

 53 total views,  2 views today

Mantan Ketua Forum Keuchik Aceh Selatan Akhirnya ditahan Tim Penyidik Jaksa

TAPAKTUAN (MA) – Mantan ketua Forum Keuchik Aceh Selatan, LH akhirnya ditahan tim penyidik Cabang Kejaksaan Negeri Aceh Selatan di Bakongan (Cabjari Bakongan), dimana sebelumnya yang bersangkutan telah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan Anggaran Dana Desa Gampong Kuede Bakongan Kecamatan Bakongan Kabupaten Aceh Selatan Tahun Anggaran 2019.

Tersangka dititipkan di rutan kelas II B Tapaktuan pada Selasa, 2 November 2021 sore, dengan menggunakan baju tahanan kejaksaan serta didampingi kuasa hukum dari Law Office Nasir Selian yang diwakili oleh Murdani.

Kepala Cabang Kejaksaaan Negeri Aceh Selatan di Bakongan Mohamad Rizky, SH, mengatakan dua tersangka tindak pidana korupsi tersebut adalah LH selaku mantan Keuchik Keude Bakongan serta mantan Ketua DPC APDESI Aceh Selatan merangkap sebagai FORKAS Aceh Selatan.

“Penangkapan tersebut dilakukan karena yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan tersangka yang secara patut telah diberikan pihak penyidik,” Kata Mohamad Rizky, SH,

Lanjutnya, tersangka LH secara kooperatif memenuhi panggilan penyidik pada Selasa 2 November 2021 di Kantor Cabang Kejaksaan Negeri Aceh Selatan di Bakongan dan kemudian dititipkan penyidik di Rumah Tahanan Polres Aceh Selatan di Lapas Kelas IIB Tapaktuan.

Bahwa penahanan terhadap tersangka LH dan RY bukan merupakan bentuk kriminalisasi namun sesuai prosedur sebagaimana yang diatur pada pasal 21 KUHP yang dapat menimbulkan kekhawatiran tersangka akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi tindak pidana. Sambungnya

“Kedua tersangka dititipkan di rumah tahanan Polres Aceh Selatan di LP Kelas II B Tapaktuan,” Ucapnya

Menurutnya, pihak penyidik akan bekerja melengkapi berkas perkara dan kemudian melimpahkan berkas perkara ke Pengadilan Tipikor Banda Aceh.

Atas perbuatan kedua tersangka melanggar pasal 2 ayat (1) Jo pasal 18 Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo pasal 3 Jo pasal 18 Undang-undang RI Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 Tahun dan denda maksimal Rp1 miliar rupiah.

Dalam kesempatan itu juga, kuasa hukum kedua tersangka LH dan RY dari Law Office Nasir Selian, Murdani mengatakan pihaknya akan melakukan langkah-langkah optimal untuk kedua tersangka dengan mempedomani azas praduga tidak bersalah.

“Artinya, seseorang yang belum ada putusan pengadilan ia bersalah maka belum dapat dikatan bersalah.” Katanya

Sebelumnya tersangka RY ditangkap pada Senin 1 November 2021 sekira pukul 16.00 WIB di rumahnya di kecamatan Trumon Tengah Aceh Selatan. [Ilham].

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Malu Achh..  silakan izin yang punya webs...