Desa ini sendiri merupakan daerah yang sangat strategis untuk berkebun, mengingat letaknya sedikit jauh dari daerah perkotaan yang membuat desa ini jauh dari polusi dan juga desa ini (Bukit Wih Ilang) masih asri sehingga sangat cocok dijadikan lokasi perkebunan dikarenakan tanaman dapat tumbuh dengan baik dan subur di desa ini.
Kata Farid; dengan strategisnya dan pembuatan pupuk organik desa ini cocok dijadikan basis bercocok tanam, apalagi mayoritas dari penduduk desanya adalah petani.
Produk utama perkebunan desa Bukit Wih Ilang adalah kopi. Tak heran bila ada banyak pohon kopi jika berkunjung ke desa tersebut.
Desa Bukit Wih Ilang tercatat pernah melakukan ekspor kopi ke luar Sumatera dalam jumlah besar seperti ke Jawa. Untuk itu; jika melihat peluang yang ada mahasiswa KKN USK Gelombang 1 yang terhimpun dalam kelompok KKN XXI-292 mengembangkan pola pertanian yang sustainable
“Kami tentu sangat menyayangkan bila kesuburan tanah di desa ini bisa terancam dikarenakan penggunaan bahan kimia seperti pestisida dan pupuk non organik. Oleh karenanya kami memperkenalkan pupuk organik cair (POC) dan pestisida nabati,” Ungkap Raditya Fikra, salah seorang dari anggota kelompok KKN tersebut.
Masih Raditya; bahwa Kelompok KKN tersebut memperkenalkan Pupuk Organik Cair (POC) dan Pestisida Nabati. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya mayoritas masyarakat desa adalah petani kopi. Sudah pasti tak semua bagian bisa di perdagangkan seperti kulit kopi.





