MEDIA ACEH

Mahasiswa USK Olah Limbah Kulit Kopi Jadi Pupuk

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh. Olah limbah kulit kopi jadi pupuk organik cair dan pestisida nabati sebagai upaya meningkatkan produksi pertanian khususnya diwilayah Bukit Wih Ilang, Bandar, kabupaten Bener Meriah, Aceh.

POC yang berhasil ditandai dengan aroma pupuk yang seperti tape. Sedangkan pestisida nabati sendiri mereka buat dengan mengolah bawang putih dan rimpang lengkuas.

Sebagaimana salah satu manfaat dua tanaman tersebut adalah sebagai obat dari berbagai penyakit tanaman seperti yang disebabkan oleh jamur dan bakteri yang hinggap pada tanaman.

BACA JUGA...  Pada Syukuran Peringatan HPN 2024 dan HUT PWI ke 78 Manajemen PT SBA Kunjungi PWI Aceh 

Mengenai pegaplikasian, untuk 1 liter POC dicampur dengan 5 -10 liter air dan dosis penggunaannya setelah diencerkan, untuk tanaman sayur 250 ml/tanaman setiap 1 minggu sekali. Sedangkan untuk tanaman buah-buahan 5-10 liter per tanaman setiap 1 minggu sekali.

Pestisida nabati sendiri dapat digunakan setelah difermentasi selama 24 jam dengan penyemprotan dilakukan pada seluruh bagian tanaman seperti pucuk, daun dan batang. Frekuensi penggunaan yang dianjurkan 2 kali dalam seminggu hingga serangan penyakit dapat melemah.

BACA JUGA...  Wakil Wali Kota Suradji Junus Sampaikan LKPJ 2025 Dihadapan Para DPRK Sabang

Pupuk organik cair (POC) dan pestisida nabati itu di demonstrasikan oleh kelompok ini pada tanggal 30 Juni 2022 di samping lapangan volley desa Bukit Wih Ilang dengan harapan kedepannya setelah terlaksana nya demonstrasi ini, pikiran masyarakat lebih terbuka akan pentingnya menjaga kesuburan tanah salah satu nya dengan menggunakan pupuk serta pestisida alami seperti yang sudah mereka demonstrasikan. [Rls/Redaksi].

Penulis: SyawaluddinEditor: Syawaluddin Ksp