“Saya berharap pemerintah daerah Aceh Tengah dan instansi terkait agar secepatnya turun, jika tidak dalam waktu dekat kami akan membersamai masyarakat sekitar pabrik untuk melakukan aksi demontrasi, di karenakan tindaka PT. JMI tersebut seolah hanya mencari keuntungan sepihak tanpa memikirkan dampak buruk bagi masyarakat Aceh Tengah,” pungkas Arisko.
Sementara itu, sebagaimana sebelumnya dilansir oleh lintas Gayo com, bahwa Pihak PT. JMI melalui Idham, membantah busa yang berada di saluran air seperti dalam foto yang beredar berasal dari mereka, dikarenakan pihaknya telah memiliki instalasi IPAL dan telah mengikuti PERTEK untuk pengelolaan air limbah.
“PT. JMI adalah perusahaan yang ingin memenuhi segala ketentuan yang berlaku. Disamping itu, kami selalu berada dalam pengawasan DLHK, DLH maupun GAKKUM, tidak serta-merta membuang limbah sembarangan,” ujarnya.
Untuk kualitas air limbah kata Idham, PT. JMI rutin mendatangkan petugas Laboratorium yang terakreditasi untuk pengambilan sample air limbah maupun air sumur pantau untuk pengecekan Ph air.
Idham menambahkan, pihaknya juga telah menghubungi pemuda setempat Ucok yang mengambil foto busa di saluran air.
“Kita sudah sampaikan kepada bang ucok bahwa busa tersebut bukan berasal dari PT.JMI serta menjelaskan bahwa air limbah PT.JMI dikelola mengikuti PERTEK,” kata Idham.





