Kondisi Badan Jalan Negara di Aceh Selatan Buruk dan Keropos

Kamis, 16 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Longsoran tanah dan batu gunung pada badan Jalan Negara Tapaktuan-Medan tepatnya di kawasan Pegunungan Batu Itam-Panjuipian yang tidak ditangani secara maksimal.(Foto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

Longsoran tanah dan batu gunung pada badan Jalan Negara Tapaktuan-Medan tepatnya di kawasan Pegunungan Batu Itam-Panjuipian yang tidak ditangani secara maksimal.(Foto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

TAPAKTUAN | MA —  Kondisi badan Jalan Negara Tapaktuan- Blangpidie dan Tapaktuan-Subulussalam tepatnya di kawasan Aceh Selatan, dilaporkan, kemarin, sangat memprihatinkan.

Pasalnya, hampir di sepanjang  lintasan jalan yang membujur puluhan KM dari Labuhan Haji hingga perbatasan Subulussalam di Gampong Kapa Sesak, terdapat kerusakan pada aspal.

Pemantauan di lapangan, menyimpulkan, kerusakan badan jalan ditandai lobang-lobang besar akibat aspalnya sudah hancur.

BACA JUGA...  Pengamat: Efisiensi Anggaran Rp300 Triliun Berdampak pada Dana Otsus Aceh

Selain badan jalan berlobang, di sejumlah titik lokasi aspal badan jalan sudah keropos.

Pada lintasan jalan pegunungan Batu Itam Tapaktuan -Tangga Besi Pasie Raja, kondisi badan jalan benar-benar memprihatinkan. Di lintasan ini, terutama pada tanjakan Gunung Panorama Hatta hingga penurunan Gunung Lhok Rukam Tapaktuan terdapat lobang-lobang besar.

“Kondisi ini mengancam keselamatan para  pengguna jalan karena kedalaman lobang sudah kelewatan,” kata seorang pengguna jalan asal Kluet Utara Yulizar  (50).

BACA JUGA...  Sambut Transisi  KUHP Baru, Pemkab dan Kejari Aceh Selatan Teken MoU

Selain dia, banyak warga lain yang mengeluhkan kondisi badan tersebut. Sebagaimana dikemukakan Rahmadun, warga  Tapaktuan, bahwa warga tidak merasa nyaman saat melintasi jalan di sepanjang Aceh Selatan.

“Bahkan di Tapaktuan, ibukota kabupaten sangat memprihatinkan, selain berlobang juga terdapat genangan air saat hujan,” katanya.

Berita Terkait

Insiden Berdarah di Pidie, Ayah Wa: Jaga Perdamaian 
Koro Pedang Jadi Alternatif Tempe, Solusi Bangun Andalas Raih Apresiasi Minerba 2026
Dana Perimbangan Cair, Lima Ketua KADIN Batal WO di Musprov ke-7 Banten
Komitmen Kembangkan Sepakbola Mini, Ketua KSMI Simeulue Audiensi dengan Wakil Bupati
Ayah Wa Dampingi Mendagri dan Terima Pompa Air
Bibit Kopi Program Hilirisasi Kementan Disambut Petani Gayo, Kualitas Dinilai Memuaskan
Ayah Wa Umumkan Jadwal Pencairan Bantuan Rumah Rusak Malam Ini di Live TikTok 
Lima Hari Banjir di Aceh Selatan, Ratusan Korban Masih Mengungsi

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 23:42 WIB

Insiden Berdarah di Pidie, Ayah Wa: Jaga Perdamaian 

Rabu, 4 November 2026 - 14:41 WIB

Koro Pedang Jadi Alternatif Tempe, Solusi Bangun Andalas Raih Apresiasi Minerba 2026

Rabu, 4 November 2026 - 08:29 WIB

Dana Perimbangan Cair, Lima Ketua KADIN Batal WO di Musprov ke-7 Banten

Rabu, 4 November 2026 - 08:15 WIB

Komitmen Kembangkan Sepakbola Mini, Ketua KSMI Simeulue Audiensi dengan Wakil Bupati

Rabu, 4 November 2026 - 07:54 WIB

Ayah Wa Dampingi Mendagri dan Terima Pompa Air

Berita Terbaru

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa).

PEMERINTAHAN

Insiden Berdarah di Pidie, Ayah Wa: Jaga Perdamaian 

Rabu, 4 Nov 2026 - 23:42 WIB