Kondisi Badan Jalan Negara di Aceh Selatan Buruk dan Keropos

Kamis, 16 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Longsoran tanah dan batu gunung pada badan Jalan Negara Tapaktuan-Medan tepatnya di kawasan Pegunungan Batu Itam-Panjuipian yang tidak ditangani secara maksimal.(Foto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

Longsoran tanah dan batu gunung pada badan Jalan Negara Tapaktuan-Medan tepatnya di kawasan Pegunungan Batu Itam-Panjuipian yang tidak ditangani secara maksimal.(Foto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

Titik lokasi lain yang dikeluhkan warga yakni di kawasan Samadua-Lhok Pawoh Sawang karena aspal jalan sudah keropos.

Akibatnya,  kerap terjadi  kecelakaan bagi pengendara kendaraan roda dua.

Menurut pengakuan mereka, kondisi buruk badan jalan di kawasan Aceh Selatan terjadi dalam satu tahun terakhir setelah pergantian Satker PPK 2.4 PJN Aceh Selatan.

BACA JUGA...  Gelar Temu Pers, Kapolres AKBP T. Ricky Fadlianshah: Batasi Wartawan

“Kami melihat PPK sekarang kurang tanggap untuk menangani kondisi tersebut,” kata warga Tapaktuan.

Kendati telah direspon dan ditangani dengan cara tambal sulam,   tilik lokasi  itu kembali hancur karena ada indikasi asal jadi.

PPK 2.4 Satker PJN Aceh Selatan Irwansyah yang dikonfirmasi via WhatsApp, baru lalu, tidak memberikan tanggapan, kecuali perwakilannya  di lapangan.

BACA JUGA...  Inpersi Santuni Siswa Korban Banjir Trumon

Menurut Aan, pihak PPK sudah mengerjakannya.

“Sudah kita kerjakan, yang dulunya besar dan sangat menakutkan, sekarang sudah agak kecil setelah kita braker,” katanya.

Dia beralasan, tidak  bisa  langsung dihabiskan karena akan turun lagi bagian atas sehingga dia merencanakan, saat cuaca bagus akan dibraker lagi.

“Tidak bisa kita habiskan karena  akan turun lagi yang di atasnya itu. Makanya di saat cuaca bagus akan kita braker lagi,” katanya yang mengaitkan dengan lambannya penanganan longsoran tanah dan batu gunung di kawasan Batu Itam-Panjuipian Tapaktuan.

BACA JUGA...  Dua KPA Daerah Lhok Tapaktuan Tolak  Nek Rayeuk Sebagai Panglima

Berita Terkait

Insiden Berdarah di Pidie, Ayah Wa: Jaga Perdamaian 
Koro Pedang Jadi Alternatif Tempe, Solusi Bangun Andalas Raih Apresiasi Minerba 2026
Dana Perimbangan Cair, Lima Ketua KADIN Batal WO di Musprov ke-7 Banten
Komitmen Kembangkan Sepakbola Mini, Ketua KSMI Simeulue Audiensi dengan Wakil Bupati
Ayah Wa Dampingi Mendagri dan Terima Pompa Air
Bibit Kopi Program Hilirisasi Kementan Disambut Petani Gayo, Kualitas Dinilai Memuaskan
Ayah Wa Umumkan Jadwal Pencairan Bantuan Rumah Rusak Malam Ini di Live TikTok 
Lima Hari Banjir di Aceh Selatan, Ratusan Korban Masih Mengungsi

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 23:42 WIB

Insiden Berdarah di Pidie, Ayah Wa: Jaga Perdamaian 

Rabu, 4 November 2026 - 14:41 WIB

Koro Pedang Jadi Alternatif Tempe, Solusi Bangun Andalas Raih Apresiasi Minerba 2026

Rabu, 4 November 2026 - 08:29 WIB

Dana Perimbangan Cair, Lima Ketua KADIN Batal WO di Musprov ke-7 Banten

Rabu, 4 November 2026 - 08:15 WIB

Komitmen Kembangkan Sepakbola Mini, Ketua KSMI Simeulue Audiensi dengan Wakil Bupati

Rabu, 4 November 2026 - 07:54 WIB

Ayah Wa Dampingi Mendagri dan Terima Pompa Air

Berita Terbaru

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa).

PEMERINTAHAN

Insiden Berdarah di Pidie, Ayah Wa: Jaga Perdamaian 

Rabu, 4 Nov 2026 - 23:42 WIB