ACEH UTARA | MA – Bencana pasang rob kembali menghantam wilayah pesisir Aceh Utara, tepatnya di Gampong Lhok Pu’uk, Kecamatan Seunuddon. Kondisi daerah tersebut kian memprihatinkan, terutama saat pasang purnama yang membawa gelombang laut tinggi hingga mencapai pemukiman warga.
Air laut yang terus menerjang menyebabkan abrasi pantai semakin parah dan mengancam rumah-rumah penduduk. Selain merusak ekosistem pesisir, kondisi ini juga menimbulkan kekhawatiran warga yang merasa hidup mereka tidak lagi aman, terlebih jika tidak ada langkah konkret dari pemerintah untuk mengatasi persoalan tersebut.

Pemerhati sosial dan tokoh masyarakat Seunuddon, Aswadi Ismu yang akrab disapa Ayah Di, menyoroti dampak buruk dari proyek pemasangan batu pemecah ombak yang dilakukan beberapa tahun lalu. Menurutnya, proyek tersebut justru memperparah kondisi Gampong Lhok Pu’uk karena tidak melalui proses koordinasi yang matang dengan masyarakat nelayan setempat.
“Kalau mau bangun batu pemecah ombak atau infrastruktur lainnya, harus duduk dulu dengan masyarakat pesisir, terutama nelayan yang paham kondisi laut dan arus gelombang. Jangan asal buat perencanaan di kantor, karena yang lebih mengerti itu masyarakat pesisir sendiri,” ujar tokoh masyarakat Seunuddon Ayah Di saat ditemui oleh media, Jum’at (25/7/2025).




