Rita Masyita Ridwan menambahkan, hingga 1 April 2026 jumlah peserta JKN di Aceh Tengah mencapai 238.420 jiwa, dengan tingkat keaktifan sebesar 96,87 persen atau sebanyak 227.362 peserta aktif. Sementara itu, sekitar 11.058 peserta masih berstatus nonaktif dan menjadi perhatian bersama.
“Ini menjadi tugas kita bersama untuk mendorong reaktivasi peserta nonaktif agar tetap mendapatkan jaminan layanan kesehatan,” jelasnya.
Sepanjang tahun 2025, BPJS Kesehatan juga telah menyalurkan pembiayaan layanan kesehatan di Aceh Tengah mencapai sekitar Rp160 miliar kepada berbagai fasilitas kesehatan.
Dengan bergabungnya RS GMC, kini terdapat tiga rumah sakit mitra BPJS Kesehatan di Aceh Tengah, yakni RSUD Datu Beru, RS Pandika, dan RS GMC. Kehadiran ketiga fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan pemerataan dan kualitas layanan kesehatan di wilayah berhawa sejuk tersebut.
Acara penandatanganan turut dihadiri Wakil Bupati Aceh Tengah, unsur Forkopimda, Ketua DPRK, Sekda, pimpinan instansi vertikal, tenaga kesehatan, serta sejumlah undangan lainnya.
Di kesempatan terpisah, dr. Indra Lutfi juga berharap dukungan dari media dalam mensosialisasikan layanan tersebut kepada masyarakat luas.
“Pelayanan prima adalah komitmen kami. Anda sehat, kami bangga. Rakyat sehat, negara kuat. Kita hanya berusaha, selebihnya adalah kehendak Allah SWT,” tutupnya.(Ar)




