Amerika Sita Tiga Ribu Lebih Kartu Vaksinasi Palsu Buatan China

A Department of Health and Human Services employee holds a COVID-19 vaccine record card Nov. 13, 2020, in Washington D.C. The cards will be sent out as part of vaccination kits from Operation Warp Speed, which is an effort by several U.S. government components and public partnerships to facilitate the development, manufacturing and distribution of COVID-19 vaccines, therapeutics and diagnostics. (DoD photo by EJ Hersom)
example banner

 147 total views,  1 views today

Amerika Sita Tiga Ribu Lebih Kartu Vaksinasi Palsu Buatan China

banner 325x300

Mediaaceh.co.id – Pada Kamis (19/8/21) Lembaga Perlindungan Budaya dan Perbatasan Amerika Serikat (CBP) di Anchorage menyita lebih dari 3.000 kartu vaksinasi COVID-19 palsu yang dikirim dari China, kata pejabat.

Tiga ribuan kartu tersebut memiliki kualitas cetak yang rendah tetapi sangat persis dengan sertifikat Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit yang diberikan kepada penerima vaksin, Menurut penejlasan CBP melalui pernyataan.

Pengiriman yang tiba Alaska itu menyusul penyitaan serupa yang dilaporkan CBP pekan lalu di Memphis dan kartu palsu yang disita di Memphis juga berasal dari China.

Mengamankan kartu palsu ini dari jalanan dan dari tangan si penjual penting untuk keselamatan warga Amerika, kata direktur area pelabuhan Area Port of Anchorage melalui pernyataan.

Karena menjaga kesejahteraan sesama warga Alaska menjadi salah satu dari banyak dan beragam tanggung jawab yang dipikul CBP.

Kartu-kartu palsu yang disita itu berada dalam proses pengiriman untuk tujuan di seluruh AS selain Alaska, menurut penjelasan asisten direktur area pelabuhan di Anchorare, Kymberly Fernandez.

Dan Ia menyebutkan bahwa penyelidikan masih tetap berlangsung.

Bandara Internasional Ted Stevens Anchorage, tempat perusahaan FedEx memiliki pusat kegiatan internasional dan berada di urutan keempat di dunia untuk operasi kargo.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Malu Achh..  silakan izin yang punya webs...