​Kritik Denny Charter: Kesepakatan Dagang RI-AS Disetir Kepentingan Amerika

​3. Tekanan pada Cadangan Devisa
Total komitmen yang menyentuh angka hampir US$ 28,5 Miliar ini setara dengan lebih dari 15% cadangan devisa Indonesia. Denny memperingatkan bahwa permintaan Dolar AS dalam jumlah masif untuk membayar pesanan ini akan menguras valas dalam negeri dan memaksa Bank Indonesia bekerja ekstra keras menjaga stabilitas Rupiah.

BACA JUGA...  PSI Target Dapur MBG, Denny Charter Ingatkan: Parpol Dilarang Berbisnis!

​Warisan Beban Finansial Struktural
​Denny menyimpulkan bahwa meskipun langkah ini bertujuan menjaga sektor tekstil agar tidak hancur oleh tarif AS, pemerintah sejatinya sedang melakukan langkah “survival jangka pendek” yang mewariskan beban finansial struktural bagi kas negara.

​”Kita sedang mengorbankan neraca BUMN dan menambah risiko pada APBN. Kebijakan ini harus ditinjau ulang agar tidak menjadi beban bagi generasi mendatang hanya demi kesepakatan dagang yang tidak setara,” pungkas Denny Charter. (R)