Khanduri Maulid Aceh: Warisan Kesultanan yang Menyatukan Syariat, Adat, dan Persaudaraan

Sabtu, 11 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Semua makanan tersebut kemudian dinikmati bersama masyarakat, ulama, tamu dari gampong lain, anak yatim, fakir miskin hingga musafir tanpa membedakan status sosial.

Di sinilah makna utama Khanduri Maulid terlihat. Kenduri bukan sekadar jamuan makan, melainkan simbol persaudaraan, kesetaraan, dan kepedulian sosial yang menjadi bagian dari ajaran Islam.

BACA JUGA...  Jejak Daratan Tinggi yang Membentuk Aceh: Hubungan Kerajaan Gayo dengan Kesultanan Aceh

Lebih dari Sekadar Perayaan

Rangkaian Khanduri Maulid juga diisi dengan pembacaan selawat, zikir, meudikee, ceramah agama, hingga penyampaian kisah-kisah keteladanan Rasulullah SAW.

Tradisi ini menjadikan Maulid sebagai ruang pembelajaran agama yang melibatkan seluruh generasi, mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Bagi masyarakat Aceh, Khanduri Maulid memiliki makna yang sangat mendalam, di antaranya:

BACA JUGA...  Masjid Raya Baiturrahman: Saksi Bisu Perang Aceh, Tsunami, dan Kebangkitan Serambi Mekkah

Ungkapan rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Mempererat silaturahmi antarkeluarga, antargampong, dan antarmukim.

Menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama.

Melestarikan adat Aceh yang berjalan selaras dengan syariat Islam.

Nilai tersebut sejalan dengan falsafah Aceh yang hingga kini tetap dijunjung tinggi:

“Adat bak Po Teumeureuhom, Hukom bak Syiah Kuala, Qanun bak Putroe Phang, Reusam bak Laksamana.”

BACA JUGA...  Sejarah Kerajaan Pedir: Kerajaan Maritim yang Menguasai Perdagangan di Pesisir Utara Aceh

Falsafah itu menggambarkan bahwa adat dan syariat bukanlah dua hal yang dipertentangkan, melainkan saling melengkapi dalam kehidupan masyarakat Aceh.

Berita Terkait

Sejarah Hikayat Prang Sabi: Karya Sastra yang Mengobarkan Semangat Perlawanan Rakyat Aceh
Masjid Raya Baiturrahman: Saksi Bisu Perang Aceh, Tsunami, dan Kebangkitan Serambi Mekkah
Sejarah Kerajaan Trumon Aceh Selatan: Kehulubalangan yang Berpengaruh di Pesisir Barat Selatan Aceh
Sejarah Kerajaan Jeumpa: Antara Tradisi, Hikayat, dan Bukti Sejarah
Aceh dan Jalur Rempah: Gerbang di Ujung Barat yang Menghubungkan Peradaban Dunia
Sejarah Kerajaan Pedir: Kerajaan Maritim yang Menguasai Perdagangan di Pesisir Utara Aceh
Pelabuhan Peureulak dan Jalur Sutra Maritim: Saat Aceh Timur Menjadi Pusat Perdagangan Dunia
Jejak Kesultanan Peureulak: Menelusuri Salah Satu Pusat Awal Perkembangan Islam di Nusantara

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 23:39 WIB

Sejarah Hikayat Prang Sabi: Karya Sastra yang Mengobarkan Semangat Perlawanan Rakyat Aceh

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:14 WIB

Masjid Raya Baiturrahman: Saksi Bisu Perang Aceh, Tsunami, dan Kebangkitan Serambi Mekkah

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:03 WIB

Sejarah Kerajaan Trumon Aceh Selatan: Kehulubalangan yang Berpengaruh di Pesisir Barat Selatan Aceh

Jumat, 17 Juli 2026 - 00:28 WIB

Sejarah Kerajaan Jeumpa: Antara Tradisi, Hikayat, dan Bukti Sejarah

Kamis, 16 Juli 2026 - 23:43 WIB

Aceh dan Jalur Rempah: Gerbang di Ujung Barat yang Menghubungkan Peradaban Dunia

Berita Terbaru

FEATURE

Tiga Hari Yang Menguji Diri

Kamis, 3 Sep 2026 - 13:44 WIB

FEATURE

Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan

Kamis, 3 Sep 2026 - 10:34 WIB

PEMERINTAHAN

Musriadi: Pendidikan Aceh Tak Boleh Kehilangan Jati Diri

Kamis, 3 Sep 2026 - 09:17 WIB

PERISTIWA

Dugaan Intimidasi Wartawan, Dandim: Ini Kesalahpahaman

Rabu, 2 Sep 2026 - 22:07 WIB