Ketika Tentara Menjaga Hutan, Bukan Sekadar Menjaga Negeri

Kolonel Infanteri Ali Imran. Danrem 011/Lilawangsa.

Ia menyadari bahwa keamanan sejati tidak hanya terwujud lewat senjata, melainkan juga lewat kelestarian lingkungan.

Pohon yang Tumbang, Kesadaran yang Tumbuh

Di lapangan, kerja Satgas PKH Garuda RI berjalan dalam kondisi sulit. Medan yang terjal, cuaca tak menentu, dan resistensi dari sebagian warga menjadi tantangan tersendiri. Namun kehadiran aparat TNI dan Polri yang bersinergi justru menciptakan rasa aman.

BACA JUGA...  Ketika Kebun Kelapa Sawit Ilegal di TNGL Mulai di ‘Gagahi’ Satgas PKH Garuda RI

Bagi sebagian masyarakat Tenggulun, hutan adalah ruang hidup dan sumber ekonomi. Namun bagi negara, hutan konservasi adalah warisan generasi.

Di sinilah letak dilema ekologis yang menjadi tanggung jawab moral kita semua: bagaimana menertibkan tanpa menyakiti, bagaimana menegakkan hukum tanpa menghilangkan kemanusiaan.

Ali Imran menyadari dilema itu. Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk bersinergi dengan pendekatan edukatif.

BACA JUGA...  KETIKA WARTAWAN JUGA KORBAN

“Kemiskinan sering dijadikan alasan membuka lahan. Tapi akar persoalannya bukan semata ekonomi, melainkan kemiskinan kesadaran ekologis,” katanya.

“Kalau kita kehilangan hutan, maka yang miskin bukan hanya masyarakat, tapi seluruh umat manusia.”

Seruan dari Bumi Muda Sedia

Bagi masyarakat Aceh Tamiang, hutan bukan hanya lanskap geografis, tapi juga lanskap batin. Dari sana mengalir sungai-sungai kehidupan yang memberi air, udara, dan rezeki. Namun kini, sungai itu kerap membawa banjir [membawa pesan pilu dari hulu].