Ketika Tentara Menjaga Hutan, Bukan Sekadar Menjaga Negeri

Rabu, 8 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kolonel Infanteri Ali Imran. Danrem 011/Lilawangsa.

Kolonel Infanteri Ali Imran. Danrem 011/Lilawangsa.

Leuser: Nafas Terakhir yang Mulai Sesak

Hutan Leuser bukan sekadar kawasan hijau di peta Aceh. Ia adalah paru-paru Sumatra, rumah bagi gajah, harimau, badak, orangutan, dan ratusan spesies langka lainnya. Namun kini, sebagian jantung itu telah robek oleh kerakusan.

Sedikitnya 971 hektar kawasan konservasi TNGL di wilayah Aceh Tamiang telah dialihfungsikan menjadi perkebunan kelapa sawit secara ilegal. Lahan yang dulunya menjadi habitat alami satwa, kini hanya tersisa barisan pohon monokultur yang seragam [sunyi dari suara burung, tandus dari kehidupan].

BACA JUGA...  Kubu Moeldoko Gugat Demokrat di PTUN, Pengamat Politik : AHY dan Demokrat Adalah Oase Politik Tanah Air

“Kalau hutan di hulu habis, banjir akan menghantam rumah di hilir,” kata Danrem. “Bencana itu tidak pandang jabatan atau agama. Alam membalas sesuai perbuatan manusia.”

Ucapannya mengandung pesan spiritual yang dalam. Sebuah peringatan bahwa kerusakan alam adalah cermin rusaknya kesadaran manusia.

Tentara, Hutan, dan Nurani

Jarang publik melihat seorang perwira menengah TNI berbicara dengan nada se-lembut itu tentang hutan.

BACA JUGA...  Forkasgemabdya Gelar Mubes Ke 9

Namun Ali Imran membuktikan bahwa tentara tidak hanya bicara soal senjata dan strategi, tapi juga tentang kasih sayang pada tanah air dalam makna yang paling literal.

“Menjaga hutan bukan hanya urusan hukum. Ini urusan moral, urusan kemanusiaan,” ujarnya. “Mari kita sadarkan masyarakat bahwa hutan bukan musuh, tapi pelindung kita.”

Bagi Danrem, keterlibatan TNI bukan sekadar mendukung eksekusi, tetapi memastikan stabilitas ekologi sebagai bagian dari stabilitas nasional.

BACA JUGA...  Ketika Kebun Kelapa Sawit Ilegal di TNGL Mulai di ‘Gagahi’ Satgas PKH Garuda RI

Berita Terkait

Ketua Umum SPS: AI Harus Jadi Pengungkit Bisnis Pers
Purbaya Mulai Mengimbangi Perhatian Publik terhadap Prabowo
Jelang HUT TNI Ke-81, Warga Serbu Pasar Murah 
Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK
Merawat Damai Dari Pidie Jaya
Kodim 0107/Asel Tertibkan Pemakaian Kendaraan 
Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi
Ngobras Bersama Kadiv Humas Polri, Isir: Percayalah, Masih Banyak Polisi Baik

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 11:10 WIB

Ketua Umum SPS: AI Harus Jadi Pengungkit Bisnis Pers

Selasa, 22 September 2026 - 18:30 WIB

Purbaya Mulai Mengimbangi Perhatian Publik terhadap Prabowo

Selasa, 22 September 2026 - 17:58 WIB

Jelang HUT TNI Ke-81, Warga Serbu Pasar Murah 

Selasa, 22 September 2026 - 11:36 WIB

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK

Rabu, 16 September 2026 - 21:30 WIB

Merawat Damai Dari Pidie Jaya

Berita Terbaru

NEWS FEATURE

SLCN Perkuat Kesiapsiagaan Nelayan Hadapi Cuaca

Rabu, 23 Sep 2026 - 17:46 WIB

RAGAM BERITA

Pilar Wirotama: Tantangan Komunikasi Bukan Sekadar Framing

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:15 WIB

NASIONAL

Ketua Umum SPS: AI Harus Jadi Pengungkit Bisnis Pers

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:10 WIB

Foto bersama kedutaan besar Myanmar, Mang Hau Thang didampingi Counsellor Shwe Yi Phyo, First Secretary San Nyunt Aung, dan Chief of Chancery Htet Htet Aung dan KSMI, Ketua Umum Yan Mulia Abidin, dan pengurus lainnya, Tundra Meliala, Moko Pamungkas, Meina Paloh, M. Iksan Tauleka, Dudung Abdul Rachman, Marino. (Dok.KSMI)

OLAHRAGA

Perkuat Persahabatan Asia, Myanmar Bergabung 

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:05 WIB

NASIONAL

Purbaya Mulai Mengimbangi Perhatian Publik terhadap Prabowo

Selasa, 22 Sep 2026 - 18:30 WIB