KETIKA RUMAH HILANG, UANG TAK BERMAKNA

Senin, 2 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bagi warga, ini bukan bantuan, melainkan beban baru.

PEMKAB DALAM POSISI DILEMA

PEMERINTAH Kabupaten Aceh Tamiang berada di posisi yang kompleks. Secara struktural, kebijakan DTH merupakan kewenangan pusat. Pemkab terikat pada mekanisme administratif. Namun di sisi lain, tekanan sosial masyarakat terus meningkat.

“DTH bukan solusi, tapi masalah baru. Kami tahu Pemkab sudah bekerja maksimal, tapi kebijakan ini datang dari pusat dan tidak sesuai kondisi lapangan,” ujar Reky, warga terdampak.

Ini menciptakan konflik antara tata kelola administratif dan realitas kemanusiaan.

BACA JUGA...  ‘Makmeugang’ Dalam Undang-Undang Kerajaan Aceh

NEGARA, RISIKO, DAN MARTABAT

BENCANA bukan hanya peristiwa alam, tetapi ujian tata kelola negara.

Ketika bantuan uang dijadikan solusi utama dalam krisis hunian massal, negara berisiko mengubah korban menjadi penanggung risiko.

Ketika hunian tidak tersedia, uang kehilangan maknanya. Ketika kebijakan tidak berbasis realitas, penderitaan rakyat menjadi konsekuensi.

Di Aceh Tamiang, krisis ini bukan sekadar soal bantuan, tetapi soal hak dasar manusia; tempat tinggal, rasa aman, dan martabat hidup.

SUARA DARI DESA

BACA JUGA...  Membidik Proyek APBA di Aceh Tamiang, Terealisasikah?

DARI Desa Tanjung Gelumpang, Kecamatan Sekrak, suara permohonan datang langsung kepada negara;

“Pak Prabowo kami mohon. Kami dari Desa Tanjung Gelumpang, Kecamatan Sekrak, Kabupaten Aceh Tamiang, mohon pada Bapak Presiden Prabowo agar membuatkan huntara untuk kami semua, Pak Karena di desa kami rumah kami banyak yang tidak layak, banyak yang hanyut, banyak yang hancur. Mohon ya, Pak.”

Ini bukan sekadar permintaan bantuan, tetapi seruan keadilan.

BACA JUGA...  'Abi’ Ilegal dan ‘Sengkuni’ Mafia Proyek

Berita Terkait

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK
Merawat Damai Dari Pidie Jaya
Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi
MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak
Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah
Tiga Hari Yang Menguji Diri
Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan
Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 11:36 WIB

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK

Rabu, 16 September 2026 - 21:30 WIB

Merawat Damai Dari Pidie Jaya

Sabtu, 12 September 2026 - 19:56 WIB

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Rabu, 9 September 2026 - 18:16 WIB

MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak

Jumat, 4 September 2026 - 09:45 WIB

Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Teuku Iskandar Nahkodai ORARI Bener Meriah

Minggu, 1 Nov 2026 - 17:51 WIB