FPRB Aceh Hadirkan Harapan di Tengah Bencana: Bantuan Alat Penyaringan RO Diserahkan ke 5 Titik di Aceh Tengah

Senin, 16 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tengah (MA) – Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Aceh menyerahkan bantuan alat penyaringan Reverse Osmosis (RO) di 5 titik lokasi di Kabupaten Aceh Tengah, yaitu Kampung Kenawat, Suku Rawe, Kejurun Syiah Utama, Gele Pulo, dan Atu Singkih. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat yang kesulitan akses air bersih pascabencana hidrometeorologi.

BACA JUGA...  Disbudpar Aceh Bahas Persiapan PKA

Bantuan diserahkan dalam dua tahap, diawali di Kampung Atu Singkih pada Sabtu, 14 Februari 2026, dan dilanjutkan di 4 lokasi lainnya pada Minggu, 15 Februari 2026.

Bantuan ini merupakan hasil donasi dari berbagai donatur, antara lain PKK Kab Kediri, Pemerintah dan Masyarakat Kota Kediri Jawa Timur, Kwarcab Pramuka Ogan Ilir, Korpri Provinsi Lampung, Pangkalan TNI AU Sam Ratulangi, Yayasan Dwijendra Denpasar Bali -Forum PRB Bali, Rosalina, dan Dedi Kurniawan.

BACA JUGA...  Perkara Dana ZIS di BPKD Aceh Tengah, Penasihat Hukum Arslan Nyatakan Banding

Rizki, Wakil Sekretaris FPRB Aceh, menyerahkan bantuan tersebut dengan harapan besar. “Kami berharap bantuan ini dapat membantu masyarakat mendapatkan air bersih yang aman dan sehat, serta meningkatkan kualitas hidup mereka,” ujarnya.

Aman Lia, Pengurus Mersah Alhuda Kp. Kenawat tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Air bersih sangat penting bagi kami, terutama di saat bencana seperti ini. Masyarakat kami bisa minum air yang bersih dan sehat,” katanya dengan mata berkilau.

BACA JUGA...  Terkait Kaum Difabel, Ini Kata Pj Bupati Aceh Tamiang Meurah Budiman

Berita Terkait

KPEA Soroti Pergeseran Tradisi Pernikahan Aceh
23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 23:00 WIB

KPEA Soroti Pergeseran Tradisi Pernikahan Aceh

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

35 Peserta Muda Berebut Tiket Bintang Radio Nasional

Minggu, 6 Sep 2026 - 12:59 WIB

Ilustrasi cover editorial bantuan stimulan

EDITORIAL

60.223 KK, Amanah yang Harus Sampai ke Rumah

Sabtu, 5 Sep 2026 - 13:44 WIB