Sulaiman Manaf: PT. Mifa Adalah “Neo-VOC”, Jika Tak Hormati Pribumi, Angkat Kaki dari Tanah Aceh

Selasa, 1 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Laskar Panglima Nanggroe Sulaiman Manaf.

Ketua Laskar Panglima Nanggroe Sulaiman Manaf.

MEULABOH | MA Bara kemarahan atas dominasi perusahaan tambang kembali menyala di Aceh. Kali ini, suara keras datang dari Ketua Laskar Panglima Nanggroe, Sulaiman Manaf, yang menyebut PT. Mifa Bersaudara tak ubahnya penjajah gaya baru.

Ia tak segan menyebut perusahaan itu sebagai “Neo-VOC” — wajah modern dari kolonialisme ekonomi yang menjajah dengan legalitas, bukan bedil.

BACA JUGA...  Gerbang Peutjoet Kerkoff: Pengingat Perjuangan dan Pengorbanan di Tanah Aceh

“Yang datang ke Aceh seharusnya tahu diri, tahu adat. Ini tanah kami, bukan tanah kosong yang bisa dijarah semena-mena. Kalau PT. Mifa tak hormati hukum dan martabat pribumi, lebih baik angkat kaki dari sini! Kalau tidak, jalanan akan kami rebut kembali!” seru Sulaiman, penuh ledakan kemarahan, Selasa (1/7/2025).

Sulaiman menyebut apa yang terjadi saat ini sebagai tirani minoritas — segelintir pemilik modal yang berlindung di balik kemeja korporasi, namun bertindak bak raja kecil yang mengabaikan adat, hukum lokal, bahkan hak hidup rakyat.

BACA JUGA...  Perkuat Ketahanan Pangan dan Cegah Inflasi, PJ. Bupati Tinjau Pertanian Warga

Menurutnya, Aceh tak butuh investor yang membawa keserakahan dan menabur ketimpangan.

“Datang dengan modal besar, lalu lupa cara menghormati. Ini bukan zona bebas etika. Ini Aceh. Kami punya adat, kami punya harga diri,” katanya tajam.

Di sisi lain, drama kekuasaan lokal pun tak kalah panas. Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP, diduga dilaporkan ke polisi setelah memasang pamflet klaim aset daerah di sejumlah titik tanah dan bangunan milik pemerintah.

BACA JUGA...  Rumah Bedah Dhuafa GeRMA dan PPD; Mereka Selayaknya Dibantu

Berita Terkait

Jelang 4 Desember, NGO HAM Imbau Jaga Ketertiban
Faisal Temui Safrizal, Dorong Percepatan Rehab-Rekon Aceh
Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara
Musim Hujan Kembali, Faisal Rizal Desak Pusat Percepat Rehab-Rekon Aceh
Mahasiswa USK Desak Pemerintah Percepat Rehabilitasi Pascabencana Aceh
Sabang Jadi Sorotan Wagub Aceh Dorong Penguatan Jalur Internasional
Aceh Siapkan Payung Hukum Rute Menuju Penang
Kapolda Aceh ke Sabang, Pastikan Kesiapan Jajaran Kepolisian

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 19:53 WIB

Jelang 4 Desember, NGO HAM Imbau Jaga Ketertiban

Kamis, 17 September 2026 - 18:41 WIB

Faisal Temui Safrizal, Dorong Percepatan Rehab-Rekon Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 17:19 WIB

Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara

Selasa, 15 September 2026 - 00:15 WIB

Musim Hujan Kembali, Faisal Rizal Desak Pusat Percepat Rehab-Rekon Aceh

Kamis, 10 September 2026 - 19:00 WIB

Mahasiswa USK Desak Pemerintah Percepat Rehabilitasi Pascabencana Aceh

Berita Terbaru

NASIONAL

Purbaya Mulai Mengimbangi Perhatian Publik terhadap Prabowo

Selasa, 22 Sep 2026 - 18:30 WIB

Pedagang  berdiri dan depan "lapak", berharap Pemkab peduli terhadap keberadaan Pasar Inpres Tapaktuan, Selasa, (22/9/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

EKBIS

Pasar di Aceh Selatan Sepi, Ini Penyebabnya 

Selasa, 22 Sep 2026 - 18:23 WIB

Petugas melayani beberapa warga yang membeli paket pasar murah di Gerai KDMP Gampong Air Pinang Tapaktuan, Senin, (22/9/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

EKBIS

Jelang HUT TNI Ke-81, Warga Serbu Pasar Murah 

Selasa, 22 Sep 2026 - 17:58 WIB

Usai menyerahkan kursi roda, Bunda Salma berbincang-bincang dengan Samsuddin Pasaribu salah warga yang sakit lumpuh di Gampong Samakurok, Selasa, (22/9).

PEMERINTAHAN

Bunda Salma Serahkan Kursi Roda untuk Warga Lumpuh

Selasa, 22 Sep 2026 - 16:15 WIB

FEATURE

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK

Selasa, 22 Sep 2026 - 11:36 WIB