Saya ingin pemuda Tamiang bisa bersaing, bukan hanya di tingkat lokal tapi nasional. Karena itu, akses terhadap pelatihan dan sertifikasi keahlian akan kita perluas.
Nilai kebangsaan sering disebut sebagai fondasi generasi muda. Bagaimana Bapak melihat hal ini?
Nilai kebangsaan itu roh dari semua upaya pembangunan. Kalau anak muda kehilangan rasa persatuan, hilang juga arah langkahnya. Karena itu, setiap program kepemudaan harus disertai penguatan karakter, etika, dan semangat nasionalisme.
Kita ingin mereka tetap berakar pada nilai-nilai keislaman, budaya, dan gotong royong yang menjadi identitas Tamiang. Kemajuan tidak boleh membuat kita kehilangan jati diri.
Seberapa besar peran teknologi dan inovasi dalam program kepemudaan yang Bapak rancang?
Sangat besar. Dunia sekarang bergerak lewat teknologi. Maka anak muda Tamiang harus kita dorong jadi kreator di dunia digital. Kita akan mengadakan pelatihan inovasi, digital marketing, dan teknologi informasi agar mereka bisa bersaing di era industri 4.0.
Teknologi bukan ancaman. Kalau diarahkan dengan baik, justru menjadi jembatan menuju kemajuan. Saya ingin pemuda Tamiang tidak hanya jadi pengguna, tapi pencipta inovasi.
Apa harapan Bapak untuk para pemuda di Aceh Tamiang?




