Ketika Pemuda Tak Lagi Menunggu, Tapi Bergerak Membangun

Selasa, 28 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketika Pemuda Tak Lagi Menunggu, Tapi Bergerak Membangun. [Foto Dok | mediaaceh.co.id | Awelatam].

Ketika Pemuda Tak Lagi Menunggu, Tapi Bergerak Membangun. [Foto Dok | mediaaceh.co.id | Awelatam].

Saya ingin pemuda Tamiang bisa bersaing, bukan hanya di tingkat lokal tapi nasional. Karena itu, akses terhadap pelatihan dan sertifikasi keahlian akan kita perluas.

Nilai kebangsaan sering disebut sebagai fondasi generasi muda. Bagaimana Bapak melihat hal ini?

Nilai kebangsaan itu roh dari semua upaya pembangunan. Kalau anak muda kehilangan rasa persatuan, hilang juga arah langkahnya. Karena itu, setiap program kepemudaan harus disertai penguatan karakter, etika, dan semangat nasionalisme.

BACA JUGA...  Dan Jabatan Itu Bukan Hal Sakral; Tapi Pengabdian serta Amanah Negara

Kita ingin mereka tetap berakar pada nilai-nilai keislaman, budaya, dan gotong royong yang menjadi identitas Tamiang. Kemajuan tidak boleh membuat kita kehilangan jati diri.

Seberapa besar peran teknologi dan inovasi dalam program kepemudaan yang Bapak rancang?

Sangat besar. Dunia sekarang bergerak lewat teknologi. Maka anak muda Tamiang harus kita dorong jadi kreator di dunia digital. Kita akan mengadakan pelatihan inovasi, digital marketing, dan teknologi informasi agar mereka bisa bersaing di era industri 4.0.

BACA JUGA...  Cahaya dari Masjid Agung Islamic Center

Teknologi bukan ancaman. Kalau diarahkan dengan baik, justru menjadi jembatan menuju kemajuan. Saya ingin pemuda Tamiang tidak hanya jadi pengguna, tapi pencipta inovasi.

Apa harapan Bapak untuk para pemuda di Aceh Tamiang?

Berita Terkait

Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah
Tiga Hari Yang Menguji Diri
Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan
Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri
Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap
Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana
Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit
Ketika Jalan Kembali Terang

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 09:45 WIB

Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah

Kamis, 3 September 2026 - 13:44 WIB

Tiga Hari Yang Menguji Diri

Kamis, 3 September 2026 - 10:34 WIB

Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:29 WIB

Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap

Berita Terbaru

Ilustrasi cover editorial bantuan stimulan

EDITORIAL

60.223 KK, Amanah yang Harus Sampai ke Rumah

Sabtu, 5 Sep 2026 - 13:44 WIB

Tim advokat LBH Peradi Profesional bersama warga mengawal proses hukum dugaan pencemaran lingkungan yang melibatkan PT Genesis Regeneration Smelting (GRS) di Serang, Banten. (Foto: JR/MA)

HUKOM

Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang

Sabtu, 5 Sep 2026 - 13:44 WIB