“Jika komentar tidak membawa manfaat, lebih baik menahan diri. Diam jauh lebih mulia daripada menyakiti orang lain.”
[Ustadz Saiful, S.Ag].
- Diskominfo Aceh Tamiang Soroti Hoaks dan Ujaran Kebencian, Publik Diajak Menjaga Etika Bermedia Sosial
DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, ruang digital justru menghadirkan tantangan baru.
Bukan hanya soal arus informasi yang bergerak cepat, tetapi juga munculnya akun-akun anonim yang menyebarkan hoaks, fitnah, dan ujaran kebencian di media sosial.
Situasi ini memantik perhatian serius dari pemerintah daerah. Di saat masyarakat sedang berjuang memulihkan ekonomi, psikologis, dan kehidupan sosial pascabencana, sebagian pihak justru dinilai memanfaatkan momentum untuk menggiring opini negatif melalui platform digital.
Jejak Akun Anonim dan Gelombang Narasi Negatif Pascabanjir
DINAS Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kabupaten Aceh Tamiang menyatakan keprihatinan mendalam terhadap maraknya penyebaran informasi palsu dan ujaran kebencian di media sosial yang dilakukan akun-akun anonim dalam beberapa pekan terakhir.
Fenomena tersebut muncul bersamaan dengan proses penanganan dan pemulihan dampak banjir hidrometeorologi yang sebelumnya melanda sejumlah wilayah di Aceh Tamiang.




