“Kami melihat langsung bagaimana akses menjadi kendala utama. Karena itu, penguatan armada ambulans ini bukan hanya solusi jangka pendek, tetapi bagian dari kesiapsiagaan menghadapi bencana ke depan,”
[Direktur RSUD Muda Sedia, dr. Andika Putra, Sp.PD, FINASIM, MHKes].
- JEJAK BANJIR belum sepenuhnya hilang di Aceh Tamiang. Di beberapa fasilitas kesehatan, dinding masih menyisakan noda lumpur, dan sebagian peralatan baru saja kembali difungsikan. Namun di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih, satu per satu tanda kebangkitan mulai terlihat.
SENIN PAGI, 4 Mei 2026, halaman RSUD Muda Sedia menjadi titik balik itu. Sebanyak 11 unit ambulans berjejer rapi, mesin-mesinnya siap dihidupkan kembali untuk satu tujuan; mengembalikan denyut layanan kesehatan yang sempat terhenti.
Bantuan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ini bukan sekadar respons darurat. Ia adalah bagian dari skema pemulihan yang lebih sistematis [memastikan masyarakat kembali memiliki akses layanan kesehatan yang cepat, merata, dan dapat diandalkan].
Sepuluh unit ambulans didistribusikan ke puskesmas di berbagai kecamatan, sementara satu unit lainnya ditempatkan di RSUD Muda Sedia sebagai penguat sistem rujukan.




