Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan pihak swasta menjadi model efektif dalam mempercepat respons terhadap bencana.
Namun ia mengingatkan bahwa tantangan pemulihan tidak berhenti pada penyediaan sarana.
Aspek administratif, seperti percepatan klaim pembiayaan layanan kesehatan, juga menjadi kunci.
“Pendanaan sudah tersedia dan prosedur telah disederhanakan. Yang dibutuhkan sekarang adalah percepatan dari daerah agar pelayanan tidak terhambat,” ujarnya.
Selain itu, konsistensi dalam pengelolaan sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Tenaga kesehatan yang telah memiliki pengalaman dalam penanganan bencana dinilai perlu dipertahankan agar kesiapsiagaan tetap terjaga.
Peran RSUD; Mempercepat Rujukan, Menyelamatkan Waktu
DI GARIS depan pelayanan rujukan, RSUD Muda Sedia menjadi salah satu titik krusial dalam sistem kesehatan Aceh Tamiang.
Saat banjir terjadi, rumah sakit ini menghadapi tekanan ganda: lonjakan pasien sekaligus keterbatasan akses.
Direktur RSUD Muda Sedia, dr. Andika Putra, Sp.PD, FINASIM, MHKes, menilai kehadiran ambulans baru sebagai penguatan signifikan dalam sistem rujukan.
“Dengan dukungan ini, sistem rujukan akan lebih efektif. Waktu tempuh bisa ditekan, dan penanganan pasien dapat dilakukan lebih cepat, terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil,” ujarnya.
Menurut Andika, dalam kondisi darurat, kecepatan bukan sekadar faktor teknis, melainkan penentu keselamatan pasien.




