Kesaksian Rakyat di Bawah Sumur Minyak; Kisah Kezaliman Menyakitkan dari Rantau Field

Minggu, 5 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi III DPRK Aceh Tamiang. Maulizar Zikri. [Foto Dok. | mediaaceh.co.id | Awelatam].

Ketua Komisi III DPRK Aceh Tamiang. Maulizar Zikri. [Foto Dok. | mediaaceh.co.id | Awelatam].

Luka di Ring Satu Pertamina

Ironi ini semakin terasa pahit karena Desa Dalam dan Desa Suka Jadi adalah ring satu dari wilayah operasi Pertamina Rantau Field. Dari tanah merekalah minyak disedot, dari desa merekalah negara menimba sumber daya yang seharusnya menjadi kemakmuran bersama.

Namun kenyataannya, CSR (Corporate Social Responsibility) yang dijanjikan tak pernah hadir selama tiga tahun berturut-turut. Desa yang menjadi pusat produksi justru dibiarkan kering tanpa program pemberdayaan, tanpa sentuhan pembangunan sosial yang layak.

BACA JUGA...  DINYATAKAN RUSAK BERAT, ARMIA PAHMI AJUKAN SANGGAHAN KEBERATAN

Anggota DPRK, Irwan Effendi dan Muazzin, menegaskan hal yang sama. “Pertamina ini tidak serius. Warga ring satu seolah diperlakukan sebagai penonton di tanahnya sendiri,” kata Irwan dengan nada kecewa.

Mereka menyoroti bahwa PT Pertamina seolah mempraktikkan kezaliman modern, bukan dengan senjata, tapi dengan kelambanan dan pengabaian terhadap hak-hak rakyat kecil.

BACA JUGA...  Riuh di Atas Meja, Sunyi di Tengah Rakyat

Negeri Kaya yang Membiarkan Luka Menganga

Di atas tanah Aceh Tamiang, minyak bumi terus mengalir setiap hari. Namun, yang tak pernah mengalir adalah kesejahteraan yang dijanjikan.

Setiap tetes minyak seolah disedot bersamaan dengan harapan rakyat yang semakin menipis.

Kampung-kampung di sekitar lokasi eksploitasi terlihat tak banyak berubah: jalan desa masih rusak, pendidikan minim, dan warga menunggu janji CSR yang tak kunjung datang.

BACA JUGA...  Relawan Pendidikan Bergerak, Aceh Tamiang Perkuat Penanganan Anak Tidak Sekolah Pascabencana

“Dulu kami pikir, dengan adanya Pertamina, kampung kami akan maju. Tapi yang kami dapat malah tanah yang tak jelas, dan janji yang tak ditepati,” ujar seorang Datok Penghulu dengan wajah sendu.

Ketika Negara Harus Hadir

Berita Terkait

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK
Merawat Damai Dari Pidie Jaya
Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi
MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak
Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah
Tiga Hari Yang Menguji Diri
Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan
Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 11:36 WIB

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK

Rabu, 16 September 2026 - 21:30 WIB

Merawat Damai Dari Pidie Jaya

Sabtu, 12 September 2026 - 19:56 WIB

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Rabu, 9 September 2026 - 18:16 WIB

MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak

Jumat, 4 September 2026 - 09:45 WIB

Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah

Berita Terbaru

Wakil bupati Aceh Utara Tarmizi Panyang saat mengikuti pertemuan pemetaan wilayah banjir dan longsor bersama BPBD Aceh Utara.

PEMERINTAHAN

BPBD Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor Aceh Utara

Selasa, 27 Okt 2026 - 19:06 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM

PEMERINTAHAN

Bibit Siklon 98B Ancam Hujan Ekstrem, Ayah Wa Minta Warga Siaga

Selasa, 27 Okt 2026 - 12:31 WIB

PEMERINTAHAN

Mangan Murum di Quba, Wagub Aceh Serukan Kebersamaan

Senin, 26 Okt 2026 - 21:39 WIB

Para mahasiswa pelaksana  poto bersama dengan sebagian siswa SMA Negeri 4 Banda Aceh yang menjadi peserta workshop.(Poto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PENDIDIKAN

Workshop Desain Grafis, Buka Peluang Freelance bagi Pelajar

Senin, 26 Okt 2026 - 21:25 WIB