oleh

Kepentingan Terusik, Wartawan Diancam

 Ketika ‘Edi Obama’ menagih jasa donasi miliaran rupiah pada Pelaksana Tugas (PLT)  Gubernur Pemerintah Aceh, serangan balasan disiapkan dari Langsa dan Nagan Raya.

Saat kedok mulai membuncah, serangan kontra berbagai pujian bahwa itu bagus, agar tuan Nova tetap nyaman, kembali kontra dari Nagan Raya dan Langsa.

Ketika media menulis berita tak sesuai dengan keinginan konco tuan, algojo pengintaipun disiapkan. Mencari rumah dengan narasi mengirimkan paket, menginterogasi ‘siapa yang menyuruh menulis berita’. O la la mamamia lozatos, tuan !

Wahai PLT Gubernur masih punya nurani kah anda? apakah seabrek tulisan media massa dan hujan arus media sosial yang terus mengkritisi kinerja anda yang  terindikasi dibawah standar? Itu bukti bahwa anda belum sadar jika anda tidak punya kemampuan sebagai pemimpin?

Anda boleh saja menganggap kami bodoh, tapi kami juga tahu siapa pemain-pemain itu? Ada Mr. M di Aceh Besar, Ada Mr. R, Dari Gayo Lues, Ada MR. YO dari Aceh Barat Daya, ada MR. PD dari Banda Aceh, Semua itu adalah kantong kantong pengumpul.

Kami juga tahu siapa mereka, yang pastinya mereka bukan Donatur saat tuan merebut singgasana, bukan pula dari keterwakilan Partai Pengusung, tapi wangi nan ranum sari pati APBA untuk mereka, diatas keringat dan air mata relawan.

Milyaran uang donatur yang anda abaikan, bukti anda bukan seorang pembalas jasa, tapi penghancur kesatuan relawan, perusak harapan partai pengusung dan asa rakyat Aceh untuk sebuah perubahan bagi Aceh tercinta.

Puluhan pensus tak kredibel anda bentuk, hanya untuk meredam kritik, meredam media, rakyat menderita dengan Wabah corona, sementara anda mengunci diri didalam istana, tidak ada inisiatif membagi masker, membagi hand sanitizer serta membagi sembako kepada rakyat, dan menggelar pasar murah, anda penakut bagi kesejahteraan rakyat, tapi pemberani bagi konco konco anda dalam menikmati ranumnya APBA. ‘Leumak’ Mabok Tuan.

Pak PLT Gubernur Pemerintah Aceh, Kapolda Aceh adalah sang Jendral Peraih prestasi terbaik, hanya menanti hari, semua benang kusut carut marut pengelolaan proyek di Aceh serta pengancaman terhadap wartawan, akan segera dibongkar setuntas tuntasnya, dan ini hanya tinggal menunggu waktu. Sayonara PLT sosok yang tidak punya hati nurani. (Dwn/Red)

example banner

example banner

example banner

example banner

example banner

example banner

example banner

example banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA..