Meski dilanda musibah, semangat kebersamaan dan gotong royong tampak kuat di lingkungan MAN 1 Aceh Utara. Para dewan guru bersama tenaga Tata Usaha (TU) bahu-membahu membersihkan sisa lumpur yang menumpuk di setiap ruangan. Dengan peralatan seadanya, mereka berupaya memulihkan kondisi madrasah agar dapat kembali digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

“Alhamdulillah, seluruh dewan guru dan tenaga TU ikut turun langsung membersihkan lumpur. Ini bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama demi keberlangsungan pendidikan anak-anak kita,” tambah Zahiri.
Ia berharap adanya perhatian dan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah maupun instansi terkait, untuk membantu pemulihan sarana dan prasarana madrasah yang rusak. Bantuan tersebut dinilai sangat dibutuhkan agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal dalam waktu dekat.
Banjir bandang ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana alam, khususnya bagi lembaga pendidikan yang berada di wilayah rawan banjir. MAN 1 Aceh Utara berkomitmen untuk terus berupaya bangkit dan memberikan layanan pendidikan terbaik meskipun di tengah keterbatasan akibat musibah yang terjadi.(Sayed Panton)




