Kota Jantho (ADC) Disinyalir kurang sosialisasi, pelaksanaan Musabaqah Qiraatil Kutub dan Fahmil Kutub yang digelar dihalam Masjid Agung Almunawarrah Kota Jantho, Selasa, 16 Oktober 2018 sepi dari penontong. Padahal titik pelaksanaannya sangat stretegis berada dipusat ibu Kota Kabupaten di Kota Jantho.
Disebut sebut hal ini disebabkan oleh minimnya sosialisasi kepada publik, sehingga banyak warga yang tidak mengetahui kalau kegiatan itu adalah sebuah perlombaan yang besar tingkat kabupaten dan hal yang dilombakan adalah ketangkasan tinggi yang dimiliki oleh para santri dayah (isi kitab kuning).

Sejumlah warga saling bertanya tentang ikhwal kegiatan yang sedang diadakan di Masjid agung tersebut karena terdengar suara yang muncul ke kejauhan melalui sound sistem yang digunakan.
“Ada acara apa di masjid, nggak biasanya ada suara sound siatem, kecuali ada doa bersama atau pengajian,” kata salah seorang warga di Pasar Jantho, Selasa malam.
Warga mengahrapkan seharusnya kegiatan seperti itu patut diumumkan secara meluas agar diketahui khalayak ramai dan dapat dihadiri, sebab perlobaan seperti itu sangat bermanfaat dan memiliki nilai motifasi tinggi kepada para anak anak.
” Seharusnya panitia lebih luas menginformasikan kegaiatan seperti ini, tapi kenapa tidak dilakukan,” kata warga Gampong Jantho Baru ini, sekaligus meminta untuk tidak dipublis namanya ke media ini saat itu.
Sementara di lokasi perlombaan terlihat hanya dihadiri oleh para peserta lomba, panitia dan dewan juri.
Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Besar Adi Darma yang dikonfirmasi dilokasi musabaqah terkait sejauh mana sosialisasi kegiatan tersebut kepada khalayat ramai, mengaku bahwa telah pernah diumumkan pada hari jumat lalu, sebelum masuknya waktu salat jumat.
” Mungkin mereka (warga) capek setelah seharian dengan berbagai kegiatannya, kita sudah mengumumkannya melalui panitia masjid pada hari jumat lalu,”kata Adi Darma.

Hal ini sangat miris bila dibandingkan dengan kegiatan lain yang digelar pemerintah. Dimana jika ada kegiatan yang digelar pemerintah senantiasa petugas infokom menyampaikan informasi kepada masyarakat lewat pengeras suara yang dipasang dimobil, meski kegaiatan tersebut hanya berlangsung dua jam atau tiga jam.
Ironisnya, kegiatan Musabaqah Qiraatil Qutub dan Fahmil Kutub ini tidak mendapatkan kesempatan seperti kegiatan pemerintah lainnya, padahal kegiatan tersebut berlevel Kabupaten dan jarang digelar oleh daerah lain kecuali internasional.
Kegaiatan Musabaqah Qiraatil Kutub dan Fahmil Kutub ini mulai dilombakan usai salat isyah, Selasa malam dan seluruh peserta dan officelnya akan bermalam di Kota Jantho selama dua malam yaitu selasa malam dan Rabu malam, menempatkan Rumah Dinas, Wakil Bupati, Sekda dan Ketua DPRK yang terletak tak jauh dari lokasi lomba digelar. (Dahlan)



