Kemudian Kepala Dinas Lingkungan Hidup, T. Maslizar, SP, mengupas tentang potensi kawasan ekosistem Leuser dan mengharapkan dukungan investor untuk pengelolaan sampah yang mencapai 250 ton/hari demi pelestarian lingkungan.
Di kesempatan selanjutnya, Kabid Perikanan Febriyeni, SP, mewakili Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan memaparkan untuk membuka peluang ekspor hasil kelautan khususnya dalam meningkatkan kualitas dan daya saing produk melalui sertifikasi mutu seperti HACCP.
“Mengharapkan KBRI dapat mempertemukan dengan pelaku ekspor Singapura guna menjajaki potensi ekspor ikan serta pembangunan infrastruktur pendukung terutama dalam pengembangan dan peningkatan sarana dan prasarana perikanan (coldstorage dan pabrik es),” sebut Febriyeni, SP.
Tak kalah antusias, Kepala Dinas Pariwisata Mukhsin, ST, memaparkan potensi wisata Aceh Selatan yang cukup banyak bahkan sudah menembus angka kunjungan lebih dari 60.000 wisatawan/tahun.
“Ada 5 potensi unggulan sektor pariwisata di Kabupaten Aceh Selatan, yaitu potensi wisata alam, potensi agro wisata, potensi wisata bahari, potensi wisata kuliner, serta potensi wisata budaya, sejarah dan legenda,” terangnya sembari menyampaikan pada prinsipnya, Dinas Pariwisata Aceh Selatan berharap KBRI di Singapura bisa membawa para investor untuk mengembangkan potensi wisata daerah berkelas dunia seperti wisata legenda Tapak Tuan Tapa dan Air Terjun Tingkat Tujuh di Batu Itam, Tapaktuan.




