Ekspor Hasil Komoditi Aceh Ke Luar Negeri Tidak Di Organisir Secara Baik.

Kamis, 2 Juni 2016

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

IMG-20160601-WA001Banda Aceh | AP,-Selama ini Ekspor hasil komoditi di Aceh tidak di organisir secara baik, sehingga banyak hasil komoditi di Aceh yang di Ekspor ke Luar Negeri melalui Jalur Medan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Muslem dalam wawancaranya pada peresmian usaha pengolahan Ikan Tuna atau UD Nagata Tuna miliknya di Punge Balng Cut, Kota Banda Aceh pada Rabu 01 Juni 2016.

Muslem mengungkapkan bahwa Ekspor ikan di Aceh tidak terkolola dengan baik, sehingga banyak ikan yang ditangkap di Aceh di ekspor ke Luar Negeri melalui Medan.

BACA JUGA...  Dengan Potensi Migas Aceh, Masyarakat Dapat apa?

Oleh karena itu dengan diresmikannya UD Nagata Tuna miliknya bisa membuka mata masyarakat bahwa Ekspor hasil laut Aceh  khususnya jenis tuna telah berjalan di Aceh.

Muslem juga memaparkan bahwa, sebelumnya dirinya juga telah mengekspor Ikan jenis tuna ke beberapa Negara tetangga diantaranya Malaysia dan  Singapure dan baru-baru ini ia juga telah mendapat izin Ekspor ke Negara Jepang.

Muslem menjelaskan bahwa untuk memenuhi kualitas ikan kelas ekspor ke luar Negeri ia telah melakukan pemahaman kepada sejumlah nelayan tentang tata cara penanganan ikan dilaut sehingga layak untuk di ekspor.

BACA JUGA...  Meski Mahal, Warga Berebut Tiket Kereta Mewah Luxury 2

Sehingga lanjut Muslem, hasil tangkapan khususnya jenis Tuna bisa masuk katagori ikan kelas Ekspor, “karena Ikan yang di Eksopr ke luar Negeri harus memenuhi kualitas, bukan kapasitas,” terangnya

Muslem mengakui kendala yang selama ini ia rasakan terkait masalah keuangan, ia harus berutang pada nelayan yang menjual ikan kepadanya atau dengan kata lain ia tidak bisa membayar secara tunai (Cash) kepada Nelayan.

BACA JUGA...  Anies Baswedan Ekspor 19 Ton Beras FS Yasamin ke Riyadh

Hal tersebut disebabkan terbatasnya modal usaha, karena ia menjalankan usaha ekspor ke luar Negeri juga tidak dibayar tunai atau cash, namun dengan kepercayaan.

“biasanya jika saya mengekspor ke luar Negeri tidak dibayar cash, tapi dua samapai tiga hari setelah barang sampai baru di bayar atau di transfer uangnya,” keluh Muslem. (Ndar/Az)

Berita Terkait

Koro Pedang Jadi Alternatif Tempe, Solusi Bangun Andalas Raih Apresiasi Minerba 2026
Bibit Kopi Program Hilirisasi Kementan Disambut Petani Gayo, Kualitas Dinilai Memuaskan
Bank Aceh dan BI Provinsi Aceh Luncurkan Soundbox QRIS Dinamis
Pangdam IM Dorong Pemberdayaan Ekonomi Desa
Haili Yoga Minta SCOPI Turun ke Aceh Tengah
Tempat Tambatan KM Dangkal, Mahmud:  Sawang Dianaktirikan 
Dukung UMKM, Bank Aceh Terima Apresiasi ILO
Bank Aceh Tumbuh Positif, DPK Capai Rp27,58 Triliun

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 14:41 WIB

Koro Pedang Jadi Alternatif Tempe, Solusi Bangun Andalas Raih Apresiasi Minerba 2026

Minggu, 1 November 2026 - 20:54 WIB

Bibit Kopi Program Hilirisasi Kementan Disambut Petani Gayo, Kualitas Dinilai Memuaskan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Bank Aceh dan BI Provinsi Aceh Luncurkan Soundbox QRIS Dinamis

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:08 WIB

Pangdam IM Dorong Pemberdayaan Ekonomi Desa

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Haili Yoga Minta SCOPI Turun ke Aceh Tengah

Berita Terbaru