Dalam kesempatan tersebut, Ketua Yayasan TPTN, Robinhat Sitepu mengusulkan kolaborasi strategis dengan KBRI untuk menjaring investor Singapura dalam pembangunan sistem pengolahan sampah organik dan anorganik, pengolahan pupuk organik, sebagai bentuk dukungan terhadap pertanian berkelanjutan dan program swasembada pangan nasional.
“Kami mengharapkan adanya dukungan program CSR dari luar negeri yang dapat disinergikan dengan program yayasan dan pemerintah daerah,” ujar Robin, pria ini akrab disapa saat memaparkan peluang investasi di Aceh Selatan.
“Memohon KBRI Singapura untuk mengundang Yayasan dan Pemkab Aceh Selatan dalam event-event bisnis internasional untuk mempromosikan potensi daerah, khususnya Aceh Selatan,” harap Robin.
Sementara Asisten II Setdakab Willy Cahyadi Darwin, S.Sos, dalam salam pembukanya berterimakasih atas nama Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, S.Sos, dan Wakil Bupati H. Baital Mukadis, SE, karena berkesempatan untuk memaparkan peluang kerjasama dengan Kedubes RI di Singapura.
Kepala Dinas Pertanian Aceh Selatan, Nyaklah, SP, mengharapkan difasilitasi dari KBRI untuk memperluas pasar 7 komoditi unggulan Aceh Selatan di Singapura.
“Kami berharap KBRI di Singapura bisa mendukung Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui bidang pertanian untuk mengembalikan kejayaan produk rempah-rempah di Aceh Selatan dan bisa menembus pasar internasional,” demikian harap Nyaklah.




