“Cara kita mengelola sumber daya alam, membentuk lanskap, mencegah degradasi lingkungan, dan membangun ketahanan pada akhirnya akan membentuk keberlanjutan pembangunan kita,” ujar Jumhur.
Indonesia, lanjutnya, menekankan pentingnya perlindungan keanekaragaman hayati darat dan laut sebagai fondasi ekosistem sehat, ketahanan iklim, serta pertumbuhan berkelanjutan jangka panjang.
Jumhur menyebut Indonesia memiliki salah satu keanekaragaman hayati terkaya di dunia, dengan lebih dari 300 ribu spesies yang diketahui. Indonesia antara lain memiliki sekitar 9,7 persen tumbuhan berbunga dunia, 14 persen mamalia, dan 18,6 persen burung.
Di sektor kelautan, Indonesia yang berada di jantung Segitiga Karang memiliki sekitar 23 persen hutan mangrove dunia, 16 persen spesies ikan laut global, serta 10 persen spesies karang dunia.
Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17 ribu pulau dan lebih dari 60 persen penduduk tinggal di kawasan pesisir, Indonesia berada di garis depan dampak perubahan iklim.
“Kenaikan permukaan laut, peristiwa cuaca ekstrem, dan bencana terkait iklim telah memengaruhi masyarakat di seluruh kepulauan kita. Ini bukanlah ancaman yang jauh,” katanya.
Menurut Jumhur, dampak tersebut berpotensi mengganggu pembangunan, mata pencaharian, hingga mendorong kelompok rentan kembali ke dalam kemiskinan.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya















