Jembatan Aramco di Delima Mulai Dibangun

Menurut Usman, warga kerap mengalami hambatan saat hendak membawa hasil pertanian, terutama ketika musim hujan tiba.

“Selama ini kami kesulitan melintas ketika banjir datang. Dengan adanya jembatan ini, kami berharap distribusi hasil panen menjadi lebih mudah dan cepat,” ujarnya.

Prosesi pembangunan diawali dengan peletakan batu pertama yang dilanjutkan tradisi peusijuek, sebagai bentuk doa agar pembangunan berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

BACA JUGA...  Empat Nama, Satu Kampung, dan Harapan Baru dari Alur Bemban

Acara tersebut turut dihadiri unsur Muspika Kecamatan Delima, tokoh masyarakat, serta aparatur gampong setempat.

Bagi masyarakat Delima, jembatan ini bukan sekadar proyek pembangunan fisik, melainkan jalur harapan yang menghubungkan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kehidupan sosial warga.

Di wilayah yang sempat terhambat oleh kerusakan pascabanjir, pembangunan Jembatan Aramco menjadi simbol pemulihan sekaligus upaya memperkuat konektivitas pedesaan secara berkelanjutan. [].

BACA JUGA...  Erman Minta Maaf, BPBD Aceh Tamiang Tegaskan Mekanisme Bantuan Sesuai Aturan